About me

Blog

Showing posts with label Review. Show all posts
Showing posts with label Review. Show all posts

03 May 2012

Yogyakarta, Kite-Kite Dateng (Lagi) Untuk Bernostalgia Neh !

79 comments
Akhirnya terlaksana juga. Berlibur bersama. Tak ada yang istimewa. Kecuali dua hal. Pertama, gaya berliburnya yang ala backpacker. Alias Gaya Orang Berlibur Seadanya. Kedua, tak pernah melewatkan setiap momentum dengan eksperimen sebagai model foto. Alias menarsiskan diri seolah Model atau Bintang Film . Kali ini mengambil tema berfoto ala Laskar Pelangi.

Maklum selama ini mereka merasa menjadi orang yang paling jarang me-nongol-kan foto diri. Apalagi sebagian backpackers kali ini adalah pewarta foto, dan kuli berita. Apalagi saat memasuki kota Yogyakarta. Rombongan dijamu teman pewarta foto yang malang melintang melayani kantor berita Agence France-Presse (AFP) dan Kantor Berita dan belakangan KBN Antara. Kloplah. Pucuk dicinta ulam tiba.

*****
Pilihan rute Semarang - Salatiga (Kopeng) - Magelang -Muntilan -Yogyakarta - Parang Tritis - Bantul - Muntilan - Magelang - Ambarawa - Semarang, salah satu alasannya adalah agar banyak yang bisa dianikmati. Mulai Kebun Strauwbery di Kopeng Salatiga. Jalur pegunungan berhawa sejuk menuju titik pandang Ngetep yang tak kalah yahud dengan jalur Gilimanuk -Lovina- Benoa di Bali.

Tentu saja setiap adegan foto menirukan cara artis berpose. Karena sedang rame- ramenya model foto ala bintang film Laskar Pelangi, maka disepakati untuk mulai latihan pose ala artis atau model.


Dilanjutkan dengan makan siang (tepatnya makan sore) di Muntilan. Sempat memutari Muntilan sekedar hunting rumah makan yang murah meriah tapi rasanya tetap nendang. Setelah makan siang selesai. Perjalanan dilanjutkan ke Yogyakarta. Tidak mampir di Borobudur. Karena obyek Borobudur pernah kita sasar sebelumnya.

*****
Setelah menemukan Puri Pangeran, sebagai tempat menginap. Yang terletak di belakang Puro Pakoealaman. Maka kesempatan digunakan untuk mandi dan melepas lelah sejenak. Selepas Isya dilanjutkan lagi. Kali ini yang disasar adalah Malioboro. Nama jalan yang bermakna Sekuntum Bunga (asal bahasa Sansekerta) menjadi tempat yang patut dinikmati. Apalagi jalan yang dibangun Sri Sultan Hamengku Buwono I di 1758 kini telah menjadi ikon Kota Budaya tersebut.

Layak dinikmati bagaimana lalu-lalang turis lokal maupun asing yang memadati pedagang souvenir. Juga orang-orang yang menikmati nasi gudeg lesehan di sepanjang selasar Malioboro tersebut. Setelah window shopping alias liak-liak doang tanpa membeli apapun, akhirnya bisa juga menikmati es krim goceng-an di sebuah waralaba cepat saji sambil nongkrong sejenak di trap entry Mall nya,




Untuk acara makan malam di pilih Gudeg Lesehan Berlian yang terletak di pertigaan Jl Gajah Mada Yogyakarta. Tepatnya berada di belakang Gedung Filem Berlian Pakualaman. terus dilanjutkan menikmati suguhan Kopi Joss. Kopi yang dimasak dengan arang kayu. dan kemudian dihidangkan beserta celupan arang bara di sisi kanan Stasiun Tugu. Lumayan hangat suasananya, terlebih di selingi acara Nyanyi Bareng pengamen jalanan dengan tema Lagoe2 Jadoel.





Tentu saja di lanjutkan dengan acara photo ala Kabayan Saba Yogyaa alias Orang Udik Masuk Kota. Lokasi yang dipilih adalah landmark Kota Yogya, yaitu Tugu. Terletak di perempatan Jalan Pangeran Mangkubumi, Jalan Jendral Soedirman, Jalan A.M Sangaji dan Jalan Diponegoro.

Tugu sebenarnya merupakan Pangeling (pengingat) Konsep Manunggaling Kawulo Gusti atau bersatunya raja - rakyat di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Setelah gempa di tahun 1867, Belanda merenovasi kembali Tugu yang hancur tersebut. Dan sejak itu Landmark KotaYokyakarta ini disebut juga sebagai De Witt Paal atau Tugu Pal Putih.




Selanjutnya. Tentu saja kembali ke Puri Pangeran di Pakualaman. Acara resminya sih istirahat. Tapi, mana mungkin? Dengan kebiasaan melekan sampai dini hari. Akhirnya ngobrolin ngalor ngidul. Sambil nyusun rencana dadakan: nengokin teman wartawan yang sempat menjadi biro internasioanal sebuah media ibukota. Perlu ditengok karena dia baru melahirkan.

*****


Pagi, setelah semua selesai mandi dan sarapan pengganjal perut dari complimentary Puri Pangeran. Langsung lanjut ngemasin barang dari kamar hotel. Check out.menjelang siang. Untuk kemudian melanjutkan perjalanan dengan menikmati Puri Pakualaman. Kemudian berpose alakadarnya sejenak. Kali ini ngajak Komandan Jaga Gapuro Puro Pakualaman.



Bereksperimen foto dimulai dengan pengambilan foto dari sudut miring cermin buram yang terletak disisi kanan Gerbang Puri Pakualaman. Sambil try and eror pose ala Lasykar Pelangi.



Dilanjutkan dengan sarapan kedua, alias makan agak siangan dikit dibawah pohon beringin kembar. Tempatnya persis terletak di sisi kiri Alun-Alun Puro Pakualaman.




Selanjutnya usai ishoma, backpakers dadakan ini menuju Tamansari. Sebuah bangunan lama diatas lahan 12.5 Ha. Dibangun atas prakarsa Sultan Hamengku Buwono I tahun 1757. Berarsitektur Barok Eropa Abad 18 dengan gaya Ottoman yang mewah. Maklum situs ini dibangun oleh arsitek asal Portugis yang pada jaman itu sedang dilanda demam arsitektur gaya barok. Tak jelas benar namanya, namun biasa disebut oleh pemandu wisata sebagai Demang Tegis.

Sayangnya, menurut rilis Unesco tahun 2004 , situs ini termasuk dalam 100 situs dunia yang paling terancam alias Most Endangedered Sites. Karenanya tak heran bila eks laut buatan-nya kini menjadi perumahan penduduk yang tak teratur. Terlebih setelah gempa melanda Yogyakarta dan sekitarnya beberapa tahun silam: Kemewahan taman sari menjadi tak bersisa sedikitpun.



Di Reruntuhan Gerbang Tamansari ini try and eror pose ala bintang Film dilakukan lagi. Dimulai dari Mulai foto gaya orang bengong di eks jendela Masjid Pendem (masjid bawah tanah), lorong antara reruntuhan, sampai lokasi shaf sholat di dalam masjid.


Perjalanan di lanjutkan ke pantai Parangtritis. Pantai yang terletak di wilayah administrasi Bantul ini merupakan pantai pesisir Laut Selatan atau Samudra Hindia. Melepas lelah sejenak setelah perjalanan sejauh 25 kilometer dari Yogyakarta, dengan Es Kelapa Muda.

Setelah itu,acara ber-narsis ria dilanjutkan. Kali ini pose ala loncat-loncat mengindari deburan ombak. Tapi hanya siluetnya saja yang di tonjolkan. Mengingat latar belakang sunset dibelakangnya mulai menguning-kemerahan.



Dan akhirnya, selesai juga. rencana mematut diri ala pemain filem yang diambil dari novel laskar pelangi-nya Andrea Herata. Silakan menikmati pose kami yang dadakan dipaksa berfoto ala cover utama filem Laskar Pelangi.



Misi selesai. Nostalgia kami pun selesai. Bukan nostalgia romantisme. Tapi nostalgia menelusuri rute saat pontang-panting peliputan Gempa Yogyakarta. Beberap tahun silam. Itu alasan utama kenapa melitasi rute emarang - Salatiga (Kopeng) - Magelang -Muntilan -Yogyakarta - Parang Tritis - Bantul - Muntilan - Magelang - Ambarawa - Semarang



Read more

21 March 2012

Tapa Pepe dan Indra Azwan on Chirpstory_guswae_Lah

0 comments
(1) Kebencian hanya akan melahirkan kemarahan dlm bentuk yg lebih masif. Krn itu Jelata Jawa lebih memilih #TapaPepe utk menundukkan Rajanya.

(2) Hanya diam. Bersila di dpn Istana Keraton. #TapaPepe di siang yg terik. Krn berbicara sdh tak lagi mewakili perihnya penderitaan mrk.

(3) #TapaPepe belakangan (2011) juga dilakukan oleh org2 Kedungombo
di Aloon2 Lor Kasunana Kartosuro.

(4) Rakyat Jogya juga Melakukan #TapaPepe ketika konflik antara Sri Sultan HBX
dengan Pemerintahan SBY memuncak.

(5) Jika #TapaPepe adlh bentuk perlawanan Jelata thdp Penguasa dgn cara diam
bersila saat terik di depan gerbang Istana Penguasa.

(6) Maka, disebut apakah yg dilakukan yg sdg dilakukan #IndraAzwan yg melawan
Penguasa dgn cara berjalan kaki menuju Makkah al Mukarramah ?
Read more

12 April 2008

MTV CAMPAIGN UNPUBLISHED

17 comments
Bulan terakhir ini, media nasional kita mulai sibuk menyoroti tentang masa depan negara mitra AS, termasuk Indonesia menjelang keepemimpinan baru negara adikuasa tersebut. Banyak harapan, komentar, pendapat dan bahkan ekspektasi kepada kepemimpinan AS yang lebih ramah.Bahkan beberapa media televisi yang berlangganan dengan VOA menyiarkan secara berkala perhelatan kampanye tersebut.

Namun, disela-sela hiruk pikuk pemberitaan soal kampanye pendahuluan kandidat presiden tersebut,beberapa kegamangan muncul. berkenaan dengan beberapa sikap pemerintah negara pengekspor demokrasi tersebut terhadap sikap kritis warganya.

Tahun silam MTV, salah satu TV AS terbesar membuat kampanye kemanusiaan untuk memerangi isu utama tentang kemanusiaan. Hasilnya adalah 3 poster yang dianggap kontroversial oleh Pemerintah dan sebagian rakyat AS. Masing masing kategori kampanye terhadap AIDS, Kemiskinan dan Kelaparan.

Poster tersebut masing-masing berisi gambar gelandangan, penderita AIDS dan anak-anak kelaparan dengan berlatar belakang sama: menara kembar NY yang sedang meledak dalam peristiwa 'black september'.

Bunyi pesan poster tersebut antara lain mengatakan: “...2863 orang meninggal dalam serangan Black September. Dunia bersatu melawan terorisme karenanya. Sekarang ada 824 juta orang terancam kematian karena kemiskinan. 40 juta orang terancam kematian karena AIDS dan 630 juta terancam kematian. Kapan dunia bersatu melawan AIDS, Kelaparan dan Kemiskinan...”

Ah, jangan-jangan, bukan hanya AS yang sakit. Seperti yang dikatakan Michael Moore,sutradara Sicko yang juga sutradara film dokumenter 11/9 yang dianggap kontroversial. Tapi juga seluruh bangsa didunia, termasuk Indonesia.....karena terlalu besar 'pasak expektasi daripada tiang kenyataan' bagaimana menurut anda?





Read more

31 March 2008

LAWANG SEWU Dan EX GEDUNG RESIDEN SEMARANG Yang Terabaikan

2 comments
Berita Foto bulan ini mencoba untuk menceritakan tentang 2 buah situs tua di Semarang. Pertama tentang Tempat Penyekapan Pangeran Diponegoro sebelum dibawa ke Batavia untuk kemudian dibuang dalam pengasingan. Yang kedua tentang Peninggalan Jawatan Kereta Api Belanda (VOC) di jantung kota Semarang, yaitu Gedung Lawang Sewu . Menarik untuk di ceritakan karena kedua situs tersebut menjadi situs yang tak terwat dan diabaikan oleh Pemda Setempat. Silakan dilihat dalam slideshow kolom sidebar Situs Bersejarah Semarang dalam Piccasa Album
Read more

15 March 2008

leifestyle: CAFE RESTO SEMARANG

3 comments
Lifestyle : Tempat Rendezvous
Semarang Kota

Alam Indah Resto
. Setiabudi * Bakmi Pandanaran. Pandanaran*Bakoel Desa. Plampitan *Basilia. Java Supermal* Bentuman Steak. Taman Beringin * Black Canyon Coffe. Hotel Candi Baru*Bentuman Steak. Taman Beringin * Rinjani View* Boundy Restaurant. S.Parman * Brux The Bistro. Rinjani * Charmi Snow Ice. Jembatan Plaza Simpanglima* Cibiuk. Patimura * Cobek Raos. Puri Anjasmoro * Dyriana Bakery. Pandanaran * Excelso. Mal Ciputra * Florian. MT. Haryono * Gama Candi Resto. Sultan Agung * Gang2 Sulai. Diponegoro * Harumi Restaurant. Puri Anjasmoro* HK Dessert. Java Supermal * Holiday Restauran. Ruko Pandanaran * Ikan Bakar Cianjur. Letjen Suprapto* Istana Wedang. Pemuda * Kopi Luwak Caffe. Java Supermal * Le Resto. Sultan Agung* Lind’s Caffe. Papandayan * Nori Kitchen Lounge. Jangli Raya * On-On Pub. Rinjani * Palace Restaurant. Thamrin square NIGHTLIFE Astro Café. Java Supermal * Club 123. Novotel Hotel * E Plaza. Gajah Mada Plaza * Family Fun. Pandanaran * Happy Pupy Karaoke. Moch Suyudi* Hugo’s. Plaza Simpanglima * Mantra Café & Lounge. Thamrin Square * Planet Billiard. Java Supermal * Rinjani View. Rinjani * Tree monkeys. Mal Ciputra * Tung De Blanc. Sultan Agung.
Read more

09 February 2008

SAM POO KONG SEMARANG Tertutup untuk Wisata

1 comments
gambar patung Ceng Ho di pelataran Klenteng Sam Poo KongKeberadaan Sam Poo Kong dan Kota Semarang hampir tak dapat dipisahkan. Tak heran bila Klenteng yang berada di daerah Simongan tersebut menjadi Fokus utama program SPA (Semarang Pesona Asia).

Bahkan Oktober lalu, Saat kunjungan ke China, Sukawi Sutarip, menawarkan Klenteng tersebut kepada masyarakat Nanning-China sebagai objek wisata penelusuran sejarah China di Jawa.

Namun, sejak bulan Nopember lalu, masyarakat umum tidak bisa memasuki areal dalam Klenteng Sam Poo Kong lagi Masyarakat harus puas melihat-lihat dari luar pembatas yang terbuat dari besi jeruji merah setinggi satu meter lebih.

Lihat saja wajah kesal bercampur marah rombongan darmawisata ibu-ibu dari lampung yang mencarter 2 buah bus besar, akhir Nopember kemarin Kepada penjaga mereka sempat mengumpat. Karena mereka tidak diijinkan memasuki ruang dalam kelenteng.

Padahal saat itu sedang tidak ada acara persembahyangan khusus didalamnya. Mereka kesal karena pihak Yayasan Sam Poo Kong melarang masuk rombongan yang jauh hari telah menjadawalkan kunjungan ke dalam Kelenteng tersebut.


Keputusan sepihak dari Yayasan tentu saja membuat kecewa para peziarah situs bersejarah yang telah berumur ratusan tahun tersebut Apalagi saat ini sedang ramai-ramainya orang mengisi liburan.

Sehari sebelumnya rombongan wisata sejarah dari murid-murid sekolah menengah pertama dari kota Demak mengalami kekecewaan yang sama “ Kami ingin melihat-lihat situs tempat singgah Laksamana Cheng Ho, beserta bekas goa tempat awak kapal yang dirawat karena sakit”, kata Rahmadi (37) pemandu rombongan siswa yang sekaligus guru sejarah.

Pada saat yang sama, Kok Hay (38) Warga Hongkong bersama keluarganya juga tak bisa memendam kekecewaan “Saya dulu kecil di Semarang, Ingin mengajak Istri dan keluarga saya untuk melihat altar Sam Poo Kong. “ Kami datang ke tempat ini (Klenteng-Red) karena promosi besar-besaran tentang Sam Poo Kong di negara kami, tapi ketika sampai disini tidak diijinkan melihat keindahan dalam Klenteng ini. Kami hanya diijinkan melihat dari luar halaman yang panas karena terik matahari yang menyengat.” katanya sambil menggerutu.

Hanya untuk Persembahyangan
Semarang Review, meminta konfirmasi kepada pengurus yayasan Mereka menolak komentar. “Coba Tanyakan ke Ketua yayasan saja”, kata salah satu pengurus yang menolak disebut namanya mencoba menyarankan.

“Sebenarnya kami kasihan, banyak wisatawan yang kecewa karena hanya boleh melihat klenteng dari pelataran, mereka biasanya ingin masuk ke dalam gua di Klenteng utama atau melihat Kyai Jangkar dan relief tentang perjalanan Cheng Ho”, tutur petugas keamanan yang sudah 7 tahun bekerja di Klenteng.


“Ya, kami-kami ini yang terkena damprat pengunjung”, keluh seorang petugas keamanan lain yang tidak mau disebut namanya Namun dari konfirmasi yang didapat dari Priambudi yang berhasil dicegat saat mau masuk ke mobilnya mengiyakan soal kebijakan penutupan areal dalam Klenteng tersebut. “Dulu memang tempat ini dibuka untuk umum, akan tetapi ditutupnya Klenteng ini adalah hak Kami, karena Sam Poo Kong adalah milik Yayasan bukan milik Pemerintah".tandas Priambudi, Ketua Yayasan saat ditanya, apakah penutupan ini telah diketahu pihak Pemerintah.

“Semua biaya perawatan kuil ini ditanggung yayasan, tidak ada bantuan dari pemerintah,” lanjut pria berusia diatas 70 tahunan "Apalagi banyak pernak pernik dalam klenteng ini yang hilang dicuri. Lantainya jadi kotor. Kami tidak mungkin menambah biaya perawatan yang begitu besar. Oleh sebab itu hanya yang ingin berdoa saja yang boleh masuk. Kita tidak mungkin menarik biaya tiket, takut kere-kere dan gembel tidak bisah mau menaggung beban operasional?” tambahnya. (Lihat box, untuk wawancara lengkap dengan Ketua Yayasan).

salahkan Pengelola, ini kan tempat Ibadah dan Sam Poo Kong adalah milik Yayasan bukan milik pemerintah” tambah Bambang, memperhalus pernyataan Budi. Namun ketika ditanya kenapa wisatawan luar kota yang kemarin mengajukan ijin ke yayasan tetap tidak diperbolehkan masuk, Bambang hanya diam saja. Tak memberi jawaban yang tegas.

Tentu saja keputusan pihak yayasan tersebut banyak disayangkan। Apalagi masyarakat banyak yang tidak mengetahui penutupan areal dalam Klenteng untuk umum. Ironis memang. Disaat kampanye wisata dari pemerintah digalakkan. Justru terjadi tindakan penutupan sepihak oleh yayasan pengelola situs sejarah dan obyek wisata malah terjadi.


Read more

Klenteng Sam Poo Kong: Ditutup Untuk Umum

0 comments
Wawancara:
Priambudi: "Saya Ketua Yayasannya. Saya ingin Sam Poo Kong hanya
Priambudi ketua Yayasan Sam Poo Kong

BBerikut Pernyataan Ketua Yayasan Sam Poo Kong, Priambudi, tentang penutupan ruang dalam Klenteng untuk umum. Wawancara dilakukan beberapa hari sebelum kedatangan Rombongan Gubernur Jateng dan Seniman Kamboja di Sam Poo Kong. Berikut kutipannya:

Sejak Kapan Sam Poo Kong ditutup untuk umum?

Sejak Oktober tahun kemarin secara diam-diam oleh pengelola.

Kenapa Ditutup?
Biaya Operasional dan perawatan Sam Poo Kong ini besar. Gak kuwat saya mbayari. Apalagi tidak ada bantuan dari Pemerintah. jadi akhirnya saya tutup.

Selama ini tidak ada bantuan dari Pemerintah?

Tidak ada

Apakah penutupan ini sepengetahuan Pemerintah, Khususnya Dinas Pariwisata Jawa Tengah?
Yang mengelola Sam Poo Kong ini Yayasan, bukan pemerintah. jadi tidak harus ijin ke Pemerintah.

Tadi banyak rombongan bis dari Palembang kecewa karena mau memasuki Sam Poo Kong dilarang?

Terserah mereka. Tapi mereka kan bisa lihat-lihat dari luar (pelataran).

Ada juga pasangan dari Hongkong yang dulu rumahnya di Semarang ingin melihat-lihat Sam Poo Kong juga kecewa.
Karena tidak bertujuan sembahyang, ya tidak boleh masuk. ke dalam. Hanya boleh lihat dari pelataran.

Di Jateng ada situs peninggalan Tempat Ibadah Wali Songo, dibuka untuk umum, meskipun dikelola Yayasan. Apa komentar Anda?
Saya gak tahu.

Dulu kan orang -orang bebas masuk, meskipun ditarik tiket masuk atau karcis?
Saya gak mau ada karcis, nanti gembel ga bisa masuk Sam Poo Kong, karena gak mampu bayar karcisnya.

Sekarang berarti gembel boleh masuk?

Kalau mau sembahyang boleh.

Artinya siapapun tidak boleh masuk, dong?

Iya, kecuali sembahyang.

Jadi hanya dibuka untuk keyakinan tertentu ?

Sam Poo Kong hanya untuk sembahyang saja, orang Budha, Kong Hu Cu, atau Islam dan Kristen boleh (masuk) ke Sam Poo Kong kalau mau sembahyang disini.

Satu pertanyaan lagi, keputusan bahwa turis dan masyarakat hanya boleh masuk sampai pelataran merupakan keputusan Yayasan atau keputusan Anda Sendiri?
Saya Ketua Yayasannya. Saya ingin Sam Poo Kong hanya dimasuki untuk Ibadah

Kabarnya, banyak Karyawan Yayasan yang tidak setuju dengan penutupan ruang dalam Sam Poo Kong.?

Sudah..sudah.. saya mau pulang..

Read more

Labels