About me

Blog

Showing posts with label pesantren. Show all posts
Showing posts with label pesantren. Show all posts

07 October 2009

Kaos Terbikin gusdesign

1 comments


Read more

20 July 2009

Pengumuman Peserta Lolos Seleksi Tahap Pertama SDW -DQ Tahun Ajaran 2009

92 comments
Panitia Penerimaan Siswa Baru /Walk in Admission
Pesantren Daarul Quran - Sekolah Darurat Wirausaha 2009
Perihal : Pengumuman Peserta Lolos Seleksi Tahap Pertama Tahun Ajaran 2009




A. Nama Calon Siswa Baru yang Lolos Seleksi Administratif dan berhak mengikuti seleksi berikutnya berupa Ujian Tetulis dan Wawancara Placement Test :
    1. Abdul Rohim Mahasiswa Unissula asal Trangkil Pati Jawa Tengah
    2. Anwar Rosyadi Mahasiswa Unissula asal Trangkil Pati Jawa Tengah
    3. Ardi Yandi asalTanjung Uma Batam, Kepulauan Riau
    4. Eri Nur Shofa asal Semarang Jawa Tengah
    5. Faiz Islahul Yusron mahasiswa Unissula asal Pati Jawa Tengah
    6. Fajar Muchlis asal Tanjung Uma Batam, Kepulauan Riau
    7. Hilda Mastuty asal SMAN 12 Lubuk Baja Batam, Kepulauan Riau
    8. Khusnul Khotimah asal Kendal asal Pati Jawa Tengah
    9. Imam Muttaqin asalDemak Jawa Tengah
    10. Mahmudatus Solihah mahasiswa Unissula asal Pati Jawa Tengah
    11. Miskiyatus Sariroh mahasiswa Unissula asal Brebes Jawa Tengah
    12. Moh Abdul Rusidi mahasiswa Unissula asal Pati Jawa Tengah
    13. M. Kholilurrohman mahasiswa Unissula asal Majalengka Jawa Barat
    14. M Rodli Sya'bana asal Semarang Jawa Tengah
    15. Muhiban mahasiswa Unissula asal Brebes Jawa Tengah
    16. M. Taufik mahasiswa Unissula asal Pati Jawa Tengah
    17. M. Tohir mahasiswa Unissula asal Temanggung Jawa Tengah
    18. M Siva Zaenuddin mahasiswa Unissula asal Pati Jawa Tengah
    19. Mujahidin mahasiswa IKIP PGRI asal Kendal Jawa Tengah
    20. Nailis Saadah mahasiswa Unissula asal Pati Jawa tengah
    21. Nur Kayadi mahasiswa Unissula asal Pati Jawa Tengah
    22. Siti Astutik mahasiswa Unissula asal Pati Jawa Tengah
    23. Sukri Saleh asal Tanjung Uma Batam, Kepulauan Riau
    24. Sukma Jaya Lubuk Baja Batam, Kepulauan Riau
    25. Syahadat Munawir asal Demak Jawa Tengah
    26. Tri Prasetiyo asal Tlogosari Semarang Jawa Tengah
B. Memberitahukan bahwa Jadwal Ujian Tertulis dan Wawancara
yang rencananya
diselenggarakan pada tanggal 19 Juli 2009 ditunda menjadi tanggal 2 Agustus 2009
disebabkan banyaknya Permintaan Pengunduran Jadwal Penerimaan Surat
Aplication for Admission dari Pendaftar karena Kelengkapan yang belum lengkap.

C. Memberitahukan bahwa penerimaan Surat Aplication for Admission susulan
dibatasi sampai dengan tangggal 28 Juli 2009 dan Pengumuman Peserta Ujian
Tetulis dan Wawancara Placement Test (Susulan) tanggal 31 Juli 2009.

Koordinator Desk
Penerimaan Siswa Baru
Pesantren Daarul Quran - Sekolah Darurat Wirausaha 2009

Tertanda
Priyo Nurwanto

Pengasuh
Pesantren Daarul Quran - Sekolah Darurat Wirausaha

Tertanda
Rahmad Agus S

Read more

13 July 2009

Kunjungan dr Pesantren Negeri Kelantan & Santri Pattani Thailand ke Sekolah Darurat Wirausaha

58 comments
Foto bersama santri asal Pattani, Thailand Selatan yang sedang menimba ilmu di Madrasatul Quran al Hilmiyah Negeri Kelantan, Malaysia di teras Dormitory Santri Putri Pesantren li Tahfidz Daarul Quran - Sekolah Darurat Wirausaha Tlogosari Kulon, Pedurungan, Semarang




















































Read more

02 July 2009

Walk in Admission for 20 students only

42 comments
Pengumuman Penerimaan Siswa Baru Sekolah Darurat Wirausaha.Sekolah Darurat Wirausaha membuka Penerimaan Siswa Baru untuk mengikuti pendidikan Entrepreneurship dengan Block System Education yang berbasis Pesantren secara terbatas untuk 20 orang Siswa Baru. Masing-masing 10 (sepuluh) orang untuk Santri Penuh (boarding), dan 10 (sepulug) orang Santri Kalong (santri tidak tinggal secara boarding/mondok di Pesantren).Untuk informasi lebih lengkap, kunjungi Official Blog Sekolah Darurat Wirausaha [sekolahdarurat]
Read more

03 April 2009

Salah Satu Kutipan Berita Harian Nasional: Belajar ICT Lesehan Ala Kenduri di Sekolah Darurat Wirausaha Pesantren Daarul Quran

148 comments
Ada yang menarik dari pelatihan information communication and technology (ICT) di Sekolah Darurat Wirausaha di Sekolah Darurat Wirausaha Pesantren Daarul Quran. Bukan saja karena banyaknya ragam pertanyaan peserta pelatihan ICT tahap awal yang bertajuk, pengenalan dunia internet,pemanfaatannya bagi social networking dan usaha kecil tersebut.
Namun karena Pelatihan yang memberikan Semua dasar-dasar pemanfaanfaatan ICT meliputi;pembuatan alamat e-mail, browsing e-ensiklopedia, jejaring social dan dasar-dasar blogging. Dengan 5 orang tutor yang mendampingi belasan santri. Dan dikemas dengan sistem klasikal ala kenduri tersebut membuat semua beban materi pelatihan yang padat tersebut menjadi ringan. Dan membuat proses belajar cenderung akrab sehingga konten materi mudah diserap santri.

Tak heran bila Moch Kholilurahman, Ketua kelompok belajar Sekolah tersebut,mengunkapkan bahwa,"Pelatihan ini mengayakan pengetahuan dunia internet yang secara cerdas. Teman-teman santri bisa makin bisa memanfaatkan internet untuk tujuan yang lebih bermanfaat".Hal senada juga menjadi kegembiraan Joko Suyono,SE Koordinator Pelatihan Internet dari Sekdatel Semarang." Padahal, biasanya di beberapa kalangan, internet hanya dimanfaatkan untuk chatting yang tidak perlu, ataupun untuk tujuan membuka situs sampah. Saya berharap semangat belajar ini terus dikembangkan" ungkapnya saat ditemui disela-sela pelatihan (2/4) di Lantai Pusat Kegiatan Santri.

Mustain Arruri Al Hafidz, berharap agar kerjasama antara Costumer Social Responsibilty (CSR) PT. Telkom dengan Sekolah Darurat Wirausaha Daarul Quran ini dapat berkelanjutan. Sehingga santri juga memiliki kemampuan dan kesempatan yang sama dalam mengenal ICT.Sehingga santri juga memiliki kemampuan dan kesempatan yang sama dalam mengejar cita-citanya untuk menjadi pewirausaha.Karenanya pesantren mulai memasang jaringan internet. Agar seusai pelatihan ini, santri bisa makin mendalami seluk-beluk dunia online", ungkapnya. " Apalagi beberapa relawan dari Jejaring Sosial Grup Diskusi Sekolah Darurat Wirausaha yang berlatar belakang ICT di Semarang sudah bersedia mendampingi proses belajar santri seusai pelatihan ini", tambah Rahmad Agus,yang juga menjadi pengasuh Daarul Quran, sesusai pelatihan.

Read more

28 February 2009

Pengajaran Foreign Language dalam Kurikulum Sekolah Darurat Wirausaha

51 comments
"bonjour, comment vas-tu ..? "
I
tulah sapaan pembuka dari penutur French, Miss Edaa saat mulai membuka pengajaran bahasa Prancis pada Sekolah Darurat Wirausaha Daarul Quran, Jumat (26/2/09). Foreign language ini merupakan bahasa asing keempat, setelah Lughah Arabiyah (Arabic), English dan Mandarin yang diajarkan untuk peningkatan kemampuan bahasa siswa sekolah darurat dan santri.

Ini berarti, dari kelima bahasa resmi United Nation (PBB) hanya bahasa Spanyol yang tidak diajarkan.

Tentu saja pengajaran foreign language ini, tidak sekedar gagah-gagahan. Disamping ditujukan untuk memenuhi tuntutan kurikulum personality development yang menjadi salah satu matrik kurikulum sekolah darurat. Juga agar
agar siswa atau santri bisa bercakap-cakap dan berkorespondensi dengan empat bahasa tersebut saat melakukan praktek kewirausahaan. Karenanya, target pengajarannyapun tidak menyerupai model pengajaran bahasa di perguruan tinggi pada umumnya.

Terima kasih kepada Miss Eeda yang telah menyepakati nota wakaf pengetahuan untuk mengajarkan bahasa prancis kepada siswa/santri Sekolah Darurat. Juga kepada Miss Neny, dan Mr Pithra. Mereka masing-masing adalah para alumni Fakultas Sastra Universitas Indonesia (Miss Eeda dan Miss Neny) dan Universitas Diponegoro ( Mr Pithra) yang akan menjadi penanggung jawab mata kuliah Foreign Language, disetiap Jumat sore yang menempati teras musholla Sekolah Darurat Wirausaha Daarul Quran.

Teras yang juga menjadi kelas pengajaran umum management, finance, entrepreneurship, marketing, business communication dan specialist program (program jurusan) seperti cullinary, grapicsdesign, ICT serta creative business.

*****
Photo Caption: " Suasana pengajaran Bahasa Asing di sekolah Darurat Wirausaha Daarul Quran"








Read more

23 February 2009

Jangan Biarkan Buku Bekas dan Pengetahuan Anda Lapuk Termakan Waktu

57 comments
Bulan Wakaf Buku Bekas dan Pengetahuan
"Jangan biarkan Buku Bekas dan Pengetahuan Anda Lapuk Termakan Waktu"
Penyelenggara: Sekolah Darurat Wirausaha
Jenis: Relly Amal Buku Bekas
Jaringan: Blogger Global
Waktu : 25 Februari - 25 Maret 2009


Kepada Kawans sekalian, yang masih menyimpan atau memiliki buku untuk kategori pelajaran SD sampai SMA/SMK dan buku Umum (kategori mahasiswa dan umum). Termasuk buku manajemen praktis, keuangan, komputer, kewirausahaan/ business, Kuliner, desain grafis dan multimedia, pemasaran ataupun buku softskill yang yang sudah tidak diperlukan lagi. Sebaiknya Kawan kirimkan sebagai wakaf buku dan ilmu pengetahuan dalam rangka "Bulan Wakaf Buku Bekas dan Pengetahuan Sekolah Darurat Wirausaha"

Setiap sumbangan/ wakaf buku menjadi penting dan bermanfaat bagi referensi dan pengayaan pengetahuan dalam pengajaran tentang kewirausahaan, soft sklill, dan pengayaan ilmu siswa yang sedang belajar di Sekolah Darurat Wirausaha.


Wakaf juga dapat berupa majalah, jurnal, yang berkaitan dengan perkembangan, hiburan edukatif, maupun tool edukasi lainnya. Termasuk dalam format ebook, CD/DVD, Software , Kamus dan tool tutorial lainnya.

Buku maupun digital library yang disumbangkan/ diwakafkan bisa berbahasa Mandarin, Prancis, Inggris, Arabic, maupun bahasa Indonesia. Karena sejak bulan Pebruari ini, mulai diajarkan bahasa asing tersebut.

Semua buku, majalah, jurnal, digital library, Tools Tutorial tersebut selanjutnya dikelola layaknya perpustakaan dan taman baca yang juga dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.

Selanjutnya, untuk menghemat biaya pengiriman, bagi pengirim dari dalam negeri bisa menggunakan jasa pengiriman KA atau jasa lainnya. Sedangkan bagi pewakaf yg berdomisili di Luar negeri, dipersilahkan untuk memilih kiriman yang dianggap terjangkau. Meski proses pengiriman lambat karena berbiaya murah. Tak menjadi soal bagi kami, yang penting kiriman tersebut bisa kami terima dengan selamat dan utuh.

Semoga Tuhan membalas budi baik, dan kesalehan sosial Kawans sekalian.

Terimakasih

Pengasuh Sekolah Darurat Wirausaha
=========================
Kiriman dialamatkan kepada:
Pengasuh
Sekolah Darurat Wirausaha
Jl. Syuhada Raya No. 92 Kode Pos 50196
Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan,
Kodya Semarang, Jawa Tengah - Indonesia
============ ========= ====
Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi
admini via:email gus_sekolahdarurat@ yahoo.com
============ ========= ====


Sebagian Kegiatan Perkuliahan di Sekolah Darurat Wirausaha


Ruang dan fasilitas terbatas, jarak intelektual yang berbeda, tak mengurangi semangat untuk belajar dan berdiskusi untuk mencapai kemandirian watak menjadi pewira usaha.



Ruang kantor, ruang desain grafis dan ruang praktek komputer dan internet menjadi satu. konon hal besar bisa dicapai dengan 3 (tiga) rumus ini: dimulai dari semangat sederhana, fasilitas seadanya dan kemauan yang tak termatikan oleh keadaan.



Relawan pengumpul buku bekas dalam acara Bulan Wakaf Buku dan Pengetahuan
"Jangan biarkan Buku Bekas dan Pengetahuan Anda Lapuk Termakan Waktu". Buku dan majalah yang sudah terkumpul mulai diklasifikasikan.
(Thanks to mbak Eda , Kang Seva, dan Kang Nur)

Read more

20 February 2009

Link Banner Sekolah Darurat, Bantu Kami Menyosialisasikannya

48 comments
Akhirnya kesampaian juga membuat banner ukuran 125 x 125 untuk sekolah darurat. Bukan sekedar untuk gagah-gahan. Atau untuk kesan wuih lainnya. Tapi lebih kepada tujuan untuk pengabaran. Syukur2 bila kawan blogger bersedia memasang Banner tersebut di sidebar blog. Agar gagasan untuk membantu penguatan Sekolah Darurat ini bisa tersosialisasikan kepada banyak teman blogger lainnya. Meskipun hanya balasan ucapan terimaksih yang bisa saya sampaikan atas jasa baik tersebut.

*****
Cara pemasangannya bagaimana? cukup tinggal meng-"Klik Pasang Banner" yang tersedia di sisi sidebar blog ini. Maka Banner akan terpasang di sidebar Sahabat Blogger sekalian. Atau bila sahabat ingin ikut mendiskusikan tentang " Bagaimana sebaiknya memajukan Sekolah Darurat Wirausaha". Saya persilahkan untuk mengakses Grup Sekolah darurat Wirausaha dalam facebook saya. Nuwun.


Read more

13 February 2009

Mohon Dukungan atas dimulainya usaha printing and Advertising Sekolah darurat kami

76 comments
Seorang kawan. Yang dikenal sebagai pemilik perusahaan Grafis and Advertising. Akhirnya menyepakati kerjasama pembangunan unit bisnis printing and advertising untuk Sekolah Darurat Wirausaha
sejak pekan terakhir Januari lalu.

Bukan sekedar itu saja. Secara personal, dia (yang enggan dipublikasikan namanya tersebut), mewakafkan seluruh knowledge, experience, dan entrepreneurship skill-nya untuk 5 (lima) orang santri Sekolah Darurat yang memilih konsentrasi studi graphics design and printing

Kerjasama pun segera berjalan sejak awal bulan ini. Dimulai dari penyiapan ruang costumer service, name board, dan billboard seukuran 125 x 200 cm sebagai petunjuk jalan sekaligus promo keberadaan unit usaha baru tersebut di tepi jalan raya yang berjarak 1 (satu) km dari unit usaha yang menempati ruang garasi Pesantren.

























Name board yang tegak berdiri di depan garasipun tak ketinggalan dibuat. Berlatar belakang warna hijau diatas plat berukuran 85 x125 cm, logo unit usaha yang disepakati bernama binauf printing and advertising ini juga tak ketinggalan dipasang.

















Saat yang bersamaan, para santri yang dipandu secara langsung oleh owner +Klinik Grafis, expertise mata kuliah Creative Business bersibuk ria dengan pembangunan struktur bisnis dan flowchart system yang menyertainya.

Selanjutnya pelatihan product knowledge, pengenalan materi printing, pengiriman santri untuk mendalami desain grafis di unit desain yang dimiliki +Klinik Grafis. Termasuk simulasi produksi
dan layanan purnajual segera dilakukan. Sambil beruji coba praktek, dan terus melakukan proses pembelajaran. akhirnya. sebuah produk berupa Kaos Oblong edisi "PahlawanNasioanl yang Nyaris dilupakan teladannya" mulai saya buat desainnya.

Seri pertama adalah Panglima Soedirman. Sedangkan seri kaos Oblong yang kedua adalah Seri Bung Tomo. Dan sebentar lagi segera bisa hadir ditengah para sahabat blogger yang ingin berpartisipasi untuk membantu jejaring pemasarannya.Ayo, mari kita melombakan untuk berbuat bagi kemandirian bangsa.

Karenanya, saya persilakan para sahabat blogger yang ingin membantu mendistribusikan kaos hasil kerja sekolah darurat kami untuk menyampaikan pesan melalui email. Berbahagia se3kali jika para kawan menjadi bagian dari proses penguatan instistusi yang dibangun untuk menjadi way of exit bagi kebuntuan dan pemiskinan struktural yang selama ini terjadi. Kiranya Allah membalas budi baik dan setiap dukungan yang kawan berikan.































































































Read more

02 February 2009

Berat di Fisik dan Pikiran, Namun Kelar Juga Akhirnya...

88 comments
Akhirnya kelar juga. Menyelesaikan blueprint Sekolah Darurat Wirausaha yang baru diresmikan 17 Januari lalu. Tidak ringan memang. Apalagi sekolah ini bersifat Gratis. Alias tidak memungut sedikitpun biaya pendidikan yang sangat mahal ini kepada para santri dan siswa. Berat karena sekolah yang ini dirancang dengan matrikulasi teori bisnis ( seperti: troubleshooting management, keuangan, analisa usaha, cost accounting, pemasaran, perdagangan, distribusi, foreign language, dan ICT) layaknya sebuah sekolah bisnis. Plus ditunjang dengan pemagangan model business participatory. Alias magang di laboratorium wirausaha berupa unit bisnis sesungguhnya, sesuai dengan penjurusan program studi.

Begini alur bekerjanya: Selayaknya unit atau instalasi gawat darurat setiap rumah sakit. Sekolah ini hanya semacam entry point bagi penanganan kedaruratan. Untuk selanjutnya siswa/santri akan di-inkubasi (dirawat secara permanen) dalam Laboratorium Wirausaha yang berupa unit bisnis sesungguhnya. Unit bisnis kecil yang dibangun bersamaan dengan pendirian sekolah.


Diharapkan, dengan penambahan dukungan laboratorium bahasa dan ICT proses pembelajaran kewirausahaan yang dilakukan selalu terbarukan. Karena teorema bisnis yang dipelajari mengalami interaksi dengan dunia informasi. Serta memiliki pengalaman yang selalu baru pula. Karena interaksi di unit bisnis nyata akan membantu mengayakan pengalaman berwirausaha santri kedepan. Terlebih dengan pembekalan bahasa China, Arab, Perancis dan Inggris yang mulai diajarkan pada bulan maret ini.

Dengan 15 orang staf pengajar. Berkomposisi 6 orang lulusan magister bisnis yang terikat dengan perjanjian sebagai pewakaf ilmu dan keahlian. Dan 9 orang praktisi bisnis dan komunikasi serta foreign language. Maka ekspektasi agar sekolah darurat wirausaha ini menjadi tempat pembelajaran yang menghasilkan pebisnis kreatif.

Saya kira tidaklah berlebihan. Syukur-syukur, saat mereka sudah dinyatakan lulus (dengan indikasi telah memiliki usaha sendiri). Sekolah wirausaha yang bersifat darurat ini bisa menjadi way of exit disaat
lapangan kerja makin sulit ditemukan .

Namun, ruang belajar yang terbatas dan sementara hanya menempati ruang teras musholla karena kelas yang baru kami bangun sekitar empat bulan yang lalu belum kelar. Beban operasional yang tinggi. Serta komitmen untuk lebih mendahulukan kualitas peserta didik dibandingkan kuantitas. Maka, mohon maaf jika sekolah ini hanya membuka kelas untuk maksimal 20 orang saja tiap tahunnya. 10 orang berasal dari santri daarul Quran. 10 orang lagi berasal dari masyarakat umum.

Akhirnya, sekolah darurat wirausaha yang awalnya disemangati teman jurnalis ini bisa makin termenej dengan baik dan profesional, meskipun bersifat Gratis. Apapun dukungan moral dari kawan sekalian akan sangat menambah spirit moral pengelola.
*****

Read more

30 January 2009

Foto Dokumentasi Peresmian Pesantren Tahfidz Quran dan Sekolah Darurat Kami

62 comments
Meskipun terlambat. Semoga tidak mengurangi ke-update-an acara Wisuda santri terbaik Penghafal Alquran dan Peresmian Sekolah Darurat Wirausaha yang 2 pekan lalu saya posting di sini. Setidaknya pemuatan sebagian kecil foto-foto ini akan menjadi semacam "rasa ikut hadir' kawan-kawan dalam acara sederhana tersebut.

Untuk para kawan blogger yang telah memberikan sumbangan pemikiran dan gagasan guna men-support sekolah yang kami rintis. Kami akan segera mengirimkan Company Profil dan Blueprint Sekolah Darurat Wirausaha dalam format PDF. Terimakasih.


















KH Hasyim Muzadi (Ketua PBNU), Sukawi Sutarip (Walikota Semarang) dan Pengasuh Pesantren Daarul Quran berbincang sambil bersila di Ruang Tamu
sederhana Sekolah Darurat Wirausaha.





















KH Hasyim Muzadi (Ketua PBNU), sedang memukul Bedug Rebana tanda peresmian
Sekolah Darurat Wirausaha disaksikan Tokoh Masyarakat sekitar pesantren, Pendiri, Direktur Pendidikan, Ketua Paguyuban dan Pengasuh Pesantren Daarul Quran






















KH Hasyim Muzadi (Ketua PBNU), menerima tali asih berupa Kafiyeh (Surban) dari Pengasuh Pesantren Daarul Quran





















Pidato Pendiri Sekolah Darurat Wirausaha, dan Pengasuh Pesantren Daarul Quran seuasi pemukulan bedug rebana oleh KH Hasyim Muzadi (Ketua PBNU)


















Sebagian Desk Kerja berpose bersama Pengurus Paguyuban Pengelola Sekolah Darurat Wirausaha di depan Dormitory siswa/santri Putri
Read more

19 January 2009

Termakasih Telah Membantu Ide Penguatkan Sekolah Darurat Wirausaha Dengan Ide Cemerlang Yang Sederhana

145 comments
Akhirnya, sekolah darurat wirausaha yang saya idamkan bisa diresmikan. Pemukulan bedug rebana sebagai simbol pembukaan Sekolah Darurat Wirausaha untuk umum dilakukan oleh KH Hasyim Muzadi, Ketua PB NU.

Meski secara struktural tak memiliki hubungan dengan organisasi NU. Namun karena sekolah darurat ini mengambil basis dan pola pendidikan boarding school yang menyatu dengan pesantren. Maka kehadiran KH Hasyim Muzadi menjadi semacam simbol pengesahan gerakan kultural memandirikan masyarakat pinggiran ini.


Sebenarnya acara peresmian hanyalah keterpaksaan. Jauh dari maksud meniru pola birokratis dengan mementingkan seremonial dibanding kerja keras. Sehingga butuh seremoni untuk menarik perhatian publik. Tetapi saya melihatnya sebagai starting point untuk membangun 'tingkat percaya diri' dan pemberian pesan moral: "agar santri tak pernah lelah memupuk semangat kemandirian".

"Syukur-syukur bila dihari depan bisa menjadi orang yang menginspirasi kemandirian usaha . Bisa menciptakan lapangan usaha, disaat banyak orang menjadi pengangguran. Bisa menjadi teladan penegakan moral disaat masyarakat mulai kehilangan panutan. Bisa menjadi triger bagi masayarakat untuk membangun bangsa. Meski dengan cara sederhana. Karena kadang hal besar dimulai dari perbuatan kecil. Kadang dampak luas dihasilkan dari kumpulan act locally."


Karenanya. mari kita luangkan waktu sejenak. Untuk menuangkan ide. Meskipun sederhana.

------------------------------------------------------------------------
Untuk mendapatkan informasi tentang Sekolah Darurat Wirausaha, selanjutnya Sahabat Blogger bisa menghubungi saya di:
GTalk » ras.redaksi@gmail.com
YMessenger » rasredaksi@yahoo.com

Atau via email kepada
Admin Sekolah Darurat di:
» gus_sekolahdarurat@yahoo.com

Atau meninggalkan pesan lewat form
dibawah ini:
Sumonggo

------------------------------------------------------------------------------


Your Name :
Your Email :
Subject :
Message :
Image (case-sensitive):

>

Read more

17 September 2008

Akhirnya Berkesempatan Juga : Reli pelatihan Menulis dan Blogging untuk Pesantren

51 comments
Lega rasanya bisa kesampaian. Nadzar untuk melakukan pelatihan menulis sekaligus pengenalan Blogging di Pesantren. Khususnya Pesantren Dar al Qur'an yang dikelola seorang kyai belia di daerah Pedurungan Semarang. Sebuah pesantren yang membiayai sendiri seluruh kebutuhan pendidikannya.
(keterangan photo: Eeda sedang menyampaikan tutorial secara klasikal di depan santri)

Ide awalnya berangkat dari diskusi kecil. Antara saya dengan seorang kawan jurnalis. Tentang kunjungan John Esposito ke Indonesia, pertengahan Agustus silam. Sebuah kunjungan yang ditujukan untuk menginspirasi agar dunia Islam (termasuk Indonesia yang selama ini dianggap sebagai ladang subur terorisme) mulai mem-public relation-i dirinya sendiri. Atau menyampaikan perlawanan wacana terhadap tuduhan barat terhadap dirinya.

Kunjungan akademisi yang sering disebut sebagai salah satu Duta Besar Dunia Islam untuk Barat tersebut sekalidus dalam rangka mempromosikan buku terbarunya. Who Speaks for Islam?
Buku itu sendiri mencoba membicarakan persepsi barat tentang Islam dan sebaliknya. Dengan titik berangkat hasil survei Gallup World Poll periode 2001-2007. Yang dilakukan di 35 negara yang mayoritas penduduknya muslim.

Intinya adalah soal kesenjangan persepsi tentang Islam dan fakta yang sebenarnya terjadi menurut hasil survey lembaga riset tertua tersebut. Barat mengasumsikan Dunia Islam sebagai Teroris. Karenanya Barat merasa dimusuhi oleh Dunia Islam. Tapi hasil survey Gallup menyatakan sebaliknya. Sebenarnya sudah lama Esposito yang masih meyakini iman Kristiani tersebut menjadi jembatan dialog Islam dan Barat.

Di Georgetown University, tempatnya mengajar, Esposito mendirikan Center for Muslim-Christian Understanding. Sebuah lembaga yang ditujukan untuk menjembatani dunia Barat dan Islam serta memfasilitasi dialog lintas budaya dan antaragama Islam-Kristen-Barat secara umum.

*****
Karenanya, tujuan pelatihan menulis yang dilakukan secara berseri tersebut tidak lain agar dunia pesantren mulai menghidupkan kembali budaya menulis. Apalagi pesantren selama ini telah menjadi model pendidikan murah namun memiliki jangkauan sampai ke pmasyarakat pinggiran.

Tentu saja ini tidak masuk kategori berbiaya murah. Namun melihat kesungguhan Mas Kyai Mustain, sang pengasuh pesantren. Juga beberapa kawan jurnalis dan praktisi Information Technologie (IT) yang meskipun beragama berbeda. Saya jadi malu hati untuk menunda pelaksanaan acara tersebut. Meski beberapa peralatan harus dimodali sendiri oleh kawan2. Dan dilakukan disaat puasa. Namun kalau melihat senyum ramah para santri rasanya rasa capek dan lelah itu hilang.

*****
Ucapan terima kasih khusus untuk mBa Eeda yang ditengah kesibukannya sebagai jurnalis, sekaligus tutor pada pelatihan tersebut. Namun masih bersedia menjadi sopir antar jemput para nara sumber. Belum lagi kesediaanya menjadi translater untuk nara sumber tamu Abdoul Ballde. Mahasiswa asal Senegal pada Syeikh B Diop Dakkar University. Karena Ballde hanya lancar berbahasa Prancis. Juga Mas Faiz, ditengah kesibukannya kuliah sambil bekerja. Menyediakan waktunya untuk menjadi translater English version saat klasikal.



Read more

Labels

Gallery Lukisan SurauKami (4) Review (7) Santren (2) Surat Protes (1) art (7) blogging (7) business (2) culture (8) education (22) esai (22) history (2) international (6) internet (3) journey (35) lifestyle (2) music (3) pesantren (13) poem (4) social (19) socialmedia (3) story (7) tanbighul ghafilin (20)