About me

Blog

Showing posts with label journey. Show all posts
Showing posts with label journey. Show all posts

03 May 2012

Yogyakarta, Kite-Kite Dateng (Lagi) Untuk Bernostalgia Neh !

79 comments
Akhirnya terlaksana juga. Berlibur bersama. Tak ada yang istimewa. Kecuali dua hal. Pertama, gaya berliburnya yang ala backpacker. Alias Gaya Orang Berlibur Seadanya. Kedua, tak pernah melewatkan setiap momentum dengan eksperimen sebagai model foto. Alias menarsiskan diri seolah Model atau Bintang Film . Kali ini mengambil tema berfoto ala Laskar Pelangi.

Maklum selama ini mereka merasa menjadi orang yang paling jarang me-nongol-kan foto diri. Apalagi sebagian backpackers kali ini adalah pewarta foto, dan kuli berita. Apalagi saat memasuki kota Yogyakarta. Rombongan dijamu teman pewarta foto yang malang melintang melayani kantor berita Agence France-Presse (AFP) dan Kantor Berita dan belakangan KBN Antara. Kloplah. Pucuk dicinta ulam tiba.

*****
Pilihan rute Semarang - Salatiga (Kopeng) - Magelang -Muntilan -Yogyakarta - Parang Tritis - Bantul - Muntilan - Magelang - Ambarawa - Semarang, salah satu alasannya adalah agar banyak yang bisa dianikmati. Mulai Kebun Strauwbery di Kopeng Salatiga. Jalur pegunungan berhawa sejuk menuju titik pandang Ngetep yang tak kalah yahud dengan jalur Gilimanuk -Lovina- Benoa di Bali.

Tentu saja setiap adegan foto menirukan cara artis berpose. Karena sedang rame- ramenya model foto ala bintang film Laskar Pelangi, maka disepakati untuk mulai latihan pose ala artis atau model.


Dilanjutkan dengan makan siang (tepatnya makan sore) di Muntilan. Sempat memutari Muntilan sekedar hunting rumah makan yang murah meriah tapi rasanya tetap nendang. Setelah makan siang selesai. Perjalanan dilanjutkan ke Yogyakarta. Tidak mampir di Borobudur. Karena obyek Borobudur pernah kita sasar sebelumnya.

*****
Setelah menemukan Puri Pangeran, sebagai tempat menginap. Yang terletak di belakang Puro Pakoealaman. Maka kesempatan digunakan untuk mandi dan melepas lelah sejenak. Selepas Isya dilanjutkan lagi. Kali ini yang disasar adalah Malioboro. Nama jalan yang bermakna Sekuntum Bunga (asal bahasa Sansekerta) menjadi tempat yang patut dinikmati. Apalagi jalan yang dibangun Sri Sultan Hamengku Buwono I di 1758 kini telah menjadi ikon Kota Budaya tersebut.

Layak dinikmati bagaimana lalu-lalang turis lokal maupun asing yang memadati pedagang souvenir. Juga orang-orang yang menikmati nasi gudeg lesehan di sepanjang selasar Malioboro tersebut. Setelah window shopping alias liak-liak doang tanpa membeli apapun, akhirnya bisa juga menikmati es krim goceng-an di sebuah waralaba cepat saji sambil nongkrong sejenak di trap entry Mall nya,




Untuk acara makan malam di pilih Gudeg Lesehan Berlian yang terletak di pertigaan Jl Gajah Mada Yogyakarta. Tepatnya berada di belakang Gedung Filem Berlian Pakualaman. terus dilanjutkan menikmati suguhan Kopi Joss. Kopi yang dimasak dengan arang kayu. dan kemudian dihidangkan beserta celupan arang bara di sisi kanan Stasiun Tugu. Lumayan hangat suasananya, terlebih di selingi acara Nyanyi Bareng pengamen jalanan dengan tema Lagoe2 Jadoel.





Tentu saja di lanjutkan dengan acara photo ala Kabayan Saba Yogyaa alias Orang Udik Masuk Kota. Lokasi yang dipilih adalah landmark Kota Yogya, yaitu Tugu. Terletak di perempatan Jalan Pangeran Mangkubumi, Jalan Jendral Soedirman, Jalan A.M Sangaji dan Jalan Diponegoro.

Tugu sebenarnya merupakan Pangeling (pengingat) Konsep Manunggaling Kawulo Gusti atau bersatunya raja - rakyat di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Setelah gempa di tahun 1867, Belanda merenovasi kembali Tugu yang hancur tersebut. Dan sejak itu Landmark KotaYokyakarta ini disebut juga sebagai De Witt Paal atau Tugu Pal Putih.




Selanjutnya. Tentu saja kembali ke Puri Pangeran di Pakualaman. Acara resminya sih istirahat. Tapi, mana mungkin? Dengan kebiasaan melekan sampai dini hari. Akhirnya ngobrolin ngalor ngidul. Sambil nyusun rencana dadakan: nengokin teman wartawan yang sempat menjadi biro internasioanal sebuah media ibukota. Perlu ditengok karena dia baru melahirkan.

*****


Pagi, setelah semua selesai mandi dan sarapan pengganjal perut dari complimentary Puri Pangeran. Langsung lanjut ngemasin barang dari kamar hotel. Check out.menjelang siang. Untuk kemudian melanjutkan perjalanan dengan menikmati Puri Pakualaman. Kemudian berpose alakadarnya sejenak. Kali ini ngajak Komandan Jaga Gapuro Puro Pakualaman.



Bereksperimen foto dimulai dengan pengambilan foto dari sudut miring cermin buram yang terletak disisi kanan Gerbang Puri Pakualaman. Sambil try and eror pose ala Lasykar Pelangi.



Dilanjutkan dengan sarapan kedua, alias makan agak siangan dikit dibawah pohon beringin kembar. Tempatnya persis terletak di sisi kiri Alun-Alun Puro Pakualaman.




Selanjutnya usai ishoma, backpakers dadakan ini menuju Tamansari. Sebuah bangunan lama diatas lahan 12.5 Ha. Dibangun atas prakarsa Sultan Hamengku Buwono I tahun 1757. Berarsitektur Barok Eropa Abad 18 dengan gaya Ottoman yang mewah. Maklum situs ini dibangun oleh arsitek asal Portugis yang pada jaman itu sedang dilanda demam arsitektur gaya barok. Tak jelas benar namanya, namun biasa disebut oleh pemandu wisata sebagai Demang Tegis.

Sayangnya, menurut rilis Unesco tahun 2004 , situs ini termasuk dalam 100 situs dunia yang paling terancam alias Most Endangedered Sites. Karenanya tak heran bila eks laut buatan-nya kini menjadi perumahan penduduk yang tak teratur. Terlebih setelah gempa melanda Yogyakarta dan sekitarnya beberapa tahun silam: Kemewahan taman sari menjadi tak bersisa sedikitpun.



Di Reruntuhan Gerbang Tamansari ini try and eror pose ala bintang Film dilakukan lagi. Dimulai dari Mulai foto gaya orang bengong di eks jendela Masjid Pendem (masjid bawah tanah), lorong antara reruntuhan, sampai lokasi shaf sholat di dalam masjid.


Perjalanan di lanjutkan ke pantai Parangtritis. Pantai yang terletak di wilayah administrasi Bantul ini merupakan pantai pesisir Laut Selatan atau Samudra Hindia. Melepas lelah sejenak setelah perjalanan sejauh 25 kilometer dari Yogyakarta, dengan Es Kelapa Muda.

Setelah itu,acara ber-narsis ria dilanjutkan. Kali ini pose ala loncat-loncat mengindari deburan ombak. Tapi hanya siluetnya saja yang di tonjolkan. Mengingat latar belakang sunset dibelakangnya mulai menguning-kemerahan.



Dan akhirnya, selesai juga. rencana mematut diri ala pemain filem yang diambil dari novel laskar pelangi-nya Andrea Herata. Silakan menikmati pose kami yang dadakan dipaksa berfoto ala cover utama filem Laskar Pelangi.



Misi selesai. Nostalgia kami pun selesai. Bukan nostalgia romantisme. Tapi nostalgia menelusuri rute saat pontang-panting peliputan Gempa Yogyakarta. Beberap tahun silam. Itu alasan utama kenapa melitasi rute emarang - Salatiga (Kopeng) - Magelang -Muntilan -Yogyakarta - Parang Tritis - Bantul - Muntilan - Magelang - Ambarawa - Semarang



Read more

27 April 2012

aku hanya

0 comments
aku hanya punya malam raya yang /kadang bintangpun enggan mengintipnya.
aku hanya tembang rumeksa ing wengi yang /tanpa nada.

aku hanya (merasa) diriMu selalu ada /pada setiap malam raya yang kupunya.
meskipun seperti puisi yang / tanpa Engkau beri tanda baca.


Read more

28 August 2010

Jodoh, Doa, dan Egoisme

39 comments
Pernah, saya ingin mengucapkan doa. Sebuah doa yang dengan kadar egoisme akut. Tapi benar-benar tidak mampu menghalangi keinginan saya untuk mengucapkan doa tersebut:


"Doa "


"...............Ya Tuhan,
kalau dia memang jodohku,
dekatkanlah...
Tapi kalau bukan jodohku,
Jodohkanlah....

Jika dia tidak berjodoh denganku,
maka jadikanlah kami jodoh...

Kalau dia bukan jodohku,
jangan sampai dia dapet jodoh yang lain, selain aku...

Kalau dia tidak bisa di jodohkan denganku,
jangan sampai dia dapet jodoh yang lain,
biarinkan dia tidak berjodoh sama seperti diriku...

Dan saat dia telah tidak memiliki jodoh,
jodohkanlah kami kembali...

Kalau dia jodoh orang lain,
putuskanlah! Jodohkanlah dengan ku....

Jika dia tetap menjadi jodoh orang lain,
biar orang itu ketemu jodoh dengan yang lain dan
kemudian Jodohkan kembali dia dengan ku ...

(Anonymous)



Read more

01 November 2009

Melawan Apache dengan Puisi: Bila Anak Palestina berpuisi dalam Youtube

25 comments
Puisi memang tak sekuat moncong senjata. Apalagi senjata kaliber bom pintar GBU-39 yang tiap menit dimuntahkan Israel melalui F-16 Fighting Falcon dan helikopter Apache. Tapi. Kiranya. Puisi ini bukan sekedar cetusan rasa biasa. Atau sekedar ungkapan hati yang lama tersembunyi di benak mulut mungil anak-anak Palestina. Ungkapan yang mewakili ketertindasan sebayanya. Akibat banyak negara hanya menyampaikan pidato tanpa tindakan yang berarti saat berempati atas nasibnya.



Read more

07 October 2009

Kaos Terbikin gusdesign

1 comments


Read more

20 July 2009

Pengumuman Peserta Lolos Seleksi Tahap Pertama SDW -DQ Tahun Ajaran 2009

92 comments
Panitia Penerimaan Siswa Baru /Walk in Admission
Pesantren Daarul Quran - Sekolah Darurat Wirausaha 2009
Perihal : Pengumuman Peserta Lolos Seleksi Tahap Pertama Tahun Ajaran 2009




A. Nama Calon Siswa Baru yang Lolos Seleksi Administratif dan berhak mengikuti seleksi berikutnya berupa Ujian Tetulis dan Wawancara Placement Test :
    1. Abdul Rohim Mahasiswa Unissula asal Trangkil Pati Jawa Tengah
    2. Anwar Rosyadi Mahasiswa Unissula asal Trangkil Pati Jawa Tengah
    3. Ardi Yandi asalTanjung Uma Batam, Kepulauan Riau
    4. Eri Nur Shofa asal Semarang Jawa Tengah
    5. Faiz Islahul Yusron mahasiswa Unissula asal Pati Jawa Tengah
    6. Fajar Muchlis asal Tanjung Uma Batam, Kepulauan Riau
    7. Hilda Mastuty asal SMAN 12 Lubuk Baja Batam, Kepulauan Riau
    8. Khusnul Khotimah asal Kendal asal Pati Jawa Tengah
    9. Imam Muttaqin asalDemak Jawa Tengah
    10. Mahmudatus Solihah mahasiswa Unissula asal Pati Jawa Tengah
    11. Miskiyatus Sariroh mahasiswa Unissula asal Brebes Jawa Tengah
    12. Moh Abdul Rusidi mahasiswa Unissula asal Pati Jawa Tengah
    13. M. Kholilurrohman mahasiswa Unissula asal Majalengka Jawa Barat
    14. M Rodli Sya'bana asal Semarang Jawa Tengah
    15. Muhiban mahasiswa Unissula asal Brebes Jawa Tengah
    16. M. Taufik mahasiswa Unissula asal Pati Jawa Tengah
    17. M. Tohir mahasiswa Unissula asal Temanggung Jawa Tengah
    18. M Siva Zaenuddin mahasiswa Unissula asal Pati Jawa Tengah
    19. Mujahidin mahasiswa IKIP PGRI asal Kendal Jawa Tengah
    20. Nailis Saadah mahasiswa Unissula asal Pati Jawa tengah
    21. Nur Kayadi mahasiswa Unissula asal Pati Jawa Tengah
    22. Siti Astutik mahasiswa Unissula asal Pati Jawa Tengah
    23. Sukri Saleh asal Tanjung Uma Batam, Kepulauan Riau
    24. Sukma Jaya Lubuk Baja Batam, Kepulauan Riau
    25. Syahadat Munawir asal Demak Jawa Tengah
    26. Tri Prasetiyo asal Tlogosari Semarang Jawa Tengah
B. Memberitahukan bahwa Jadwal Ujian Tertulis dan Wawancara
yang rencananya
diselenggarakan pada tanggal 19 Juli 2009 ditunda menjadi tanggal 2 Agustus 2009
disebabkan banyaknya Permintaan Pengunduran Jadwal Penerimaan Surat
Aplication for Admission dari Pendaftar karena Kelengkapan yang belum lengkap.

C. Memberitahukan bahwa penerimaan Surat Aplication for Admission susulan
dibatasi sampai dengan tangggal 28 Juli 2009 dan Pengumuman Peserta Ujian
Tetulis dan Wawancara Placement Test (Susulan) tanggal 31 Juli 2009.

Koordinator Desk
Penerimaan Siswa Baru
Pesantren Daarul Quran - Sekolah Darurat Wirausaha 2009

Tertanda
Priyo Nurwanto

Pengasuh
Pesantren Daarul Quran - Sekolah Darurat Wirausaha

Tertanda
Rahmad Agus S

Read more

13 July 2009

Kunjungan dr Pesantren Negeri Kelantan & Santri Pattani Thailand ke Sekolah Darurat Wirausaha

58 comments
Foto bersama santri asal Pattani, Thailand Selatan yang sedang menimba ilmu di Madrasatul Quran al Hilmiyah Negeri Kelantan, Malaysia di teras Dormitory Santri Putri Pesantren li Tahfidz Daarul Quran - Sekolah Darurat Wirausaha Tlogosari Kulon, Pedurungan, Semarang




















































Read more

02 July 2009

Walk in Admission for 20 students only

42 comments
Pengumuman Penerimaan Siswa Baru Sekolah Darurat Wirausaha.Sekolah Darurat Wirausaha membuka Penerimaan Siswa Baru untuk mengikuti pendidikan Entrepreneurship dengan Block System Education yang berbasis Pesantren secara terbatas untuk 20 orang Siswa Baru. Masing-masing 10 (sepuluh) orang untuk Santri Penuh (boarding), dan 10 (sepulug) orang Santri Kalong (santri tidak tinggal secara boarding/mondok di Pesantren).Untuk informasi lebih lengkap, kunjungi Official Blog Sekolah Darurat Wirausaha [sekolahdarurat]
Read more

03 April 2009

Salah Satu Kutipan Berita Harian Nasional: Belajar ICT Lesehan Ala Kenduri di Sekolah Darurat Wirausaha Pesantren Daarul Quran

148 comments
Ada yang menarik dari pelatihan information communication and technology (ICT) di Sekolah Darurat Wirausaha di Sekolah Darurat Wirausaha Pesantren Daarul Quran. Bukan saja karena banyaknya ragam pertanyaan peserta pelatihan ICT tahap awal yang bertajuk, pengenalan dunia internet,pemanfaatannya bagi social networking dan usaha kecil tersebut.
Namun karena Pelatihan yang memberikan Semua dasar-dasar pemanfaanfaatan ICT meliputi;pembuatan alamat e-mail, browsing e-ensiklopedia, jejaring social dan dasar-dasar blogging. Dengan 5 orang tutor yang mendampingi belasan santri. Dan dikemas dengan sistem klasikal ala kenduri tersebut membuat semua beban materi pelatihan yang padat tersebut menjadi ringan. Dan membuat proses belajar cenderung akrab sehingga konten materi mudah diserap santri.

Tak heran bila Moch Kholilurahman, Ketua kelompok belajar Sekolah tersebut,mengunkapkan bahwa,"Pelatihan ini mengayakan pengetahuan dunia internet yang secara cerdas. Teman-teman santri bisa makin bisa memanfaatkan internet untuk tujuan yang lebih bermanfaat".Hal senada juga menjadi kegembiraan Joko Suyono,SE Koordinator Pelatihan Internet dari Sekdatel Semarang." Padahal, biasanya di beberapa kalangan, internet hanya dimanfaatkan untuk chatting yang tidak perlu, ataupun untuk tujuan membuka situs sampah. Saya berharap semangat belajar ini terus dikembangkan" ungkapnya saat ditemui disela-sela pelatihan (2/4) di Lantai Pusat Kegiatan Santri.

Mustain Arruri Al Hafidz, berharap agar kerjasama antara Costumer Social Responsibilty (CSR) PT. Telkom dengan Sekolah Darurat Wirausaha Daarul Quran ini dapat berkelanjutan. Sehingga santri juga memiliki kemampuan dan kesempatan yang sama dalam mengenal ICT.Sehingga santri juga memiliki kemampuan dan kesempatan yang sama dalam mengejar cita-citanya untuk menjadi pewirausaha.Karenanya pesantren mulai memasang jaringan internet. Agar seusai pelatihan ini, santri bisa makin mendalami seluk-beluk dunia online", ungkapnya. " Apalagi beberapa relawan dari Jejaring Sosial Grup Diskusi Sekolah Darurat Wirausaha yang berlatar belakang ICT di Semarang sudah bersedia mendampingi proses belajar santri seusai pelatihan ini", tambah Rahmad Agus,yang juga menjadi pengasuh Daarul Quran, sesusai pelatihan.

Read more

28 February 2009

Pengajaran Foreign Language dalam Kurikulum Sekolah Darurat Wirausaha

51 comments
"bonjour, comment vas-tu ..? "
I
tulah sapaan pembuka dari penutur French, Miss Edaa saat mulai membuka pengajaran bahasa Prancis pada Sekolah Darurat Wirausaha Daarul Quran, Jumat (26/2/09). Foreign language ini merupakan bahasa asing keempat, setelah Lughah Arabiyah (Arabic), English dan Mandarin yang diajarkan untuk peningkatan kemampuan bahasa siswa sekolah darurat dan santri.

Ini berarti, dari kelima bahasa resmi United Nation (PBB) hanya bahasa Spanyol yang tidak diajarkan.

Tentu saja pengajaran foreign language ini, tidak sekedar gagah-gagahan. Disamping ditujukan untuk memenuhi tuntutan kurikulum personality development yang menjadi salah satu matrik kurikulum sekolah darurat. Juga agar
agar siswa atau santri bisa bercakap-cakap dan berkorespondensi dengan empat bahasa tersebut saat melakukan praktek kewirausahaan. Karenanya, target pengajarannyapun tidak menyerupai model pengajaran bahasa di perguruan tinggi pada umumnya.

Terima kasih kepada Miss Eeda yang telah menyepakati nota wakaf pengetahuan untuk mengajarkan bahasa prancis kepada siswa/santri Sekolah Darurat. Juga kepada Miss Neny, dan Mr Pithra. Mereka masing-masing adalah para alumni Fakultas Sastra Universitas Indonesia (Miss Eeda dan Miss Neny) dan Universitas Diponegoro ( Mr Pithra) yang akan menjadi penanggung jawab mata kuliah Foreign Language, disetiap Jumat sore yang menempati teras musholla Sekolah Darurat Wirausaha Daarul Quran.

Teras yang juga menjadi kelas pengajaran umum management, finance, entrepreneurship, marketing, business communication dan specialist program (program jurusan) seperti cullinary, grapicsdesign, ICT serta creative business.

*****
Photo Caption: " Suasana pengajaran Bahasa Asing di sekolah Darurat Wirausaha Daarul Quran"








Read more

23 February 2009

Jangan Biarkan Buku Bekas dan Pengetahuan Anda Lapuk Termakan Waktu

57 comments
Bulan Wakaf Buku Bekas dan Pengetahuan
"Jangan biarkan Buku Bekas dan Pengetahuan Anda Lapuk Termakan Waktu"
Penyelenggara: Sekolah Darurat Wirausaha
Jenis: Relly Amal Buku Bekas
Jaringan: Blogger Global
Waktu : 25 Februari - 25 Maret 2009


Kepada Kawans sekalian, yang masih menyimpan atau memiliki buku untuk kategori pelajaran SD sampai SMA/SMK dan buku Umum (kategori mahasiswa dan umum). Termasuk buku manajemen praktis, keuangan, komputer, kewirausahaan/ business, Kuliner, desain grafis dan multimedia, pemasaran ataupun buku softskill yang yang sudah tidak diperlukan lagi. Sebaiknya Kawan kirimkan sebagai wakaf buku dan ilmu pengetahuan dalam rangka "Bulan Wakaf Buku Bekas dan Pengetahuan Sekolah Darurat Wirausaha"

Setiap sumbangan/ wakaf buku menjadi penting dan bermanfaat bagi referensi dan pengayaan pengetahuan dalam pengajaran tentang kewirausahaan, soft sklill, dan pengayaan ilmu siswa yang sedang belajar di Sekolah Darurat Wirausaha.


Wakaf juga dapat berupa majalah, jurnal, yang berkaitan dengan perkembangan, hiburan edukatif, maupun tool edukasi lainnya. Termasuk dalam format ebook, CD/DVD, Software , Kamus dan tool tutorial lainnya.

Buku maupun digital library yang disumbangkan/ diwakafkan bisa berbahasa Mandarin, Prancis, Inggris, Arabic, maupun bahasa Indonesia. Karena sejak bulan Pebruari ini, mulai diajarkan bahasa asing tersebut.

Semua buku, majalah, jurnal, digital library, Tools Tutorial tersebut selanjutnya dikelola layaknya perpustakaan dan taman baca yang juga dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.

Selanjutnya, untuk menghemat biaya pengiriman, bagi pengirim dari dalam negeri bisa menggunakan jasa pengiriman KA atau jasa lainnya. Sedangkan bagi pewakaf yg berdomisili di Luar negeri, dipersilahkan untuk memilih kiriman yang dianggap terjangkau. Meski proses pengiriman lambat karena berbiaya murah. Tak menjadi soal bagi kami, yang penting kiriman tersebut bisa kami terima dengan selamat dan utuh.

Semoga Tuhan membalas budi baik, dan kesalehan sosial Kawans sekalian.

Terimakasih

Pengasuh Sekolah Darurat Wirausaha
=========================
Kiriman dialamatkan kepada:
Pengasuh
Sekolah Darurat Wirausaha
Jl. Syuhada Raya No. 92 Kode Pos 50196
Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan,
Kodya Semarang, Jawa Tengah - Indonesia
============ ========= ====
Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi
admini via:email gus_sekolahdarurat@ yahoo.com
============ ========= ====


Sebagian Kegiatan Perkuliahan di Sekolah Darurat Wirausaha


Ruang dan fasilitas terbatas, jarak intelektual yang berbeda, tak mengurangi semangat untuk belajar dan berdiskusi untuk mencapai kemandirian watak menjadi pewira usaha.



Ruang kantor, ruang desain grafis dan ruang praktek komputer dan internet menjadi satu. konon hal besar bisa dicapai dengan 3 (tiga) rumus ini: dimulai dari semangat sederhana, fasilitas seadanya dan kemauan yang tak termatikan oleh keadaan.



Relawan pengumpul buku bekas dalam acara Bulan Wakaf Buku dan Pengetahuan
"Jangan biarkan Buku Bekas dan Pengetahuan Anda Lapuk Termakan Waktu". Buku dan majalah yang sudah terkumpul mulai diklasifikasikan.
(Thanks to mbak Eda , Kang Seva, dan Kang Nur)

Read more

02 February 2009

Berat di Fisik dan Pikiran, Namun Kelar Juga Akhirnya...

88 comments
Akhirnya kelar juga. Menyelesaikan blueprint Sekolah Darurat Wirausaha yang baru diresmikan 17 Januari lalu. Tidak ringan memang. Apalagi sekolah ini bersifat Gratis. Alias tidak memungut sedikitpun biaya pendidikan yang sangat mahal ini kepada para santri dan siswa. Berat karena sekolah yang ini dirancang dengan matrikulasi teori bisnis ( seperti: troubleshooting management, keuangan, analisa usaha, cost accounting, pemasaran, perdagangan, distribusi, foreign language, dan ICT) layaknya sebuah sekolah bisnis. Plus ditunjang dengan pemagangan model business participatory. Alias magang di laboratorium wirausaha berupa unit bisnis sesungguhnya, sesuai dengan penjurusan program studi.

Begini alur bekerjanya: Selayaknya unit atau instalasi gawat darurat setiap rumah sakit. Sekolah ini hanya semacam entry point bagi penanganan kedaruratan. Untuk selanjutnya siswa/santri akan di-inkubasi (dirawat secara permanen) dalam Laboratorium Wirausaha yang berupa unit bisnis sesungguhnya. Unit bisnis kecil yang dibangun bersamaan dengan pendirian sekolah.


Diharapkan, dengan penambahan dukungan laboratorium bahasa dan ICT proses pembelajaran kewirausahaan yang dilakukan selalu terbarukan. Karena teorema bisnis yang dipelajari mengalami interaksi dengan dunia informasi. Serta memiliki pengalaman yang selalu baru pula. Karena interaksi di unit bisnis nyata akan membantu mengayakan pengalaman berwirausaha santri kedepan. Terlebih dengan pembekalan bahasa China, Arab, Perancis dan Inggris yang mulai diajarkan pada bulan maret ini.

Dengan 15 orang staf pengajar. Berkomposisi 6 orang lulusan magister bisnis yang terikat dengan perjanjian sebagai pewakaf ilmu dan keahlian. Dan 9 orang praktisi bisnis dan komunikasi serta foreign language. Maka ekspektasi agar sekolah darurat wirausaha ini menjadi tempat pembelajaran yang menghasilkan pebisnis kreatif.

Saya kira tidaklah berlebihan. Syukur-syukur, saat mereka sudah dinyatakan lulus (dengan indikasi telah memiliki usaha sendiri). Sekolah wirausaha yang bersifat darurat ini bisa menjadi way of exit disaat
lapangan kerja makin sulit ditemukan .

Namun, ruang belajar yang terbatas dan sementara hanya menempati ruang teras musholla karena kelas yang baru kami bangun sekitar empat bulan yang lalu belum kelar. Beban operasional yang tinggi. Serta komitmen untuk lebih mendahulukan kualitas peserta didik dibandingkan kuantitas. Maka, mohon maaf jika sekolah ini hanya membuka kelas untuk maksimal 20 orang saja tiap tahunnya. 10 orang berasal dari santri daarul Quran. 10 orang lagi berasal dari masyarakat umum.

Akhirnya, sekolah darurat wirausaha yang awalnya disemangati teman jurnalis ini bisa makin termenej dengan baik dan profesional, meskipun bersifat Gratis. Apapun dukungan moral dari kawan sekalian akan sangat menambah spirit moral pengelola.
*****

Read more

30 January 2009

Foto Dokumentasi Peresmian Pesantren Tahfidz Quran dan Sekolah Darurat Kami

62 comments
Meskipun terlambat. Semoga tidak mengurangi ke-update-an acara Wisuda santri terbaik Penghafal Alquran dan Peresmian Sekolah Darurat Wirausaha yang 2 pekan lalu saya posting di sini. Setidaknya pemuatan sebagian kecil foto-foto ini akan menjadi semacam "rasa ikut hadir' kawan-kawan dalam acara sederhana tersebut.

Untuk para kawan blogger yang telah memberikan sumbangan pemikiran dan gagasan guna men-support sekolah yang kami rintis. Kami akan segera mengirimkan Company Profil dan Blueprint Sekolah Darurat Wirausaha dalam format PDF. Terimakasih.


















KH Hasyim Muzadi (Ketua PBNU), Sukawi Sutarip (Walikota Semarang) dan Pengasuh Pesantren Daarul Quran berbincang sambil bersila di Ruang Tamu
sederhana Sekolah Darurat Wirausaha.





















KH Hasyim Muzadi (Ketua PBNU), sedang memukul Bedug Rebana tanda peresmian
Sekolah Darurat Wirausaha disaksikan Tokoh Masyarakat sekitar pesantren, Pendiri, Direktur Pendidikan, Ketua Paguyuban dan Pengasuh Pesantren Daarul Quran






















KH Hasyim Muzadi (Ketua PBNU), menerima tali asih berupa Kafiyeh (Surban) dari Pengasuh Pesantren Daarul Quran





















Pidato Pendiri Sekolah Darurat Wirausaha, dan Pengasuh Pesantren Daarul Quran seuasi pemukulan bedug rebana oleh KH Hasyim Muzadi (Ketua PBNU)


















Sebagian Desk Kerja berpose bersama Pengurus Paguyuban Pengelola Sekolah Darurat Wirausaha di depan Dormitory siswa/santri Putri
Read more

19 January 2009

Termakasih Telah Membantu Ide Penguatkan Sekolah Darurat Wirausaha Dengan Ide Cemerlang Yang Sederhana

145 comments
Akhirnya, sekolah darurat wirausaha yang saya idamkan bisa diresmikan. Pemukulan bedug rebana sebagai simbol pembukaan Sekolah Darurat Wirausaha untuk umum dilakukan oleh KH Hasyim Muzadi, Ketua PB NU.

Meski secara struktural tak memiliki hubungan dengan organisasi NU. Namun karena sekolah darurat ini mengambil basis dan pola pendidikan boarding school yang menyatu dengan pesantren. Maka kehadiran KH Hasyim Muzadi menjadi semacam simbol pengesahan gerakan kultural memandirikan masyarakat pinggiran ini.


Sebenarnya acara peresmian hanyalah keterpaksaan. Jauh dari maksud meniru pola birokratis dengan mementingkan seremonial dibanding kerja keras. Sehingga butuh seremoni untuk menarik perhatian publik. Tetapi saya melihatnya sebagai starting point untuk membangun 'tingkat percaya diri' dan pemberian pesan moral: "agar santri tak pernah lelah memupuk semangat kemandirian".

"Syukur-syukur bila dihari depan bisa menjadi orang yang menginspirasi kemandirian usaha . Bisa menciptakan lapangan usaha, disaat banyak orang menjadi pengangguran. Bisa menjadi teladan penegakan moral disaat masyarakat mulai kehilangan panutan. Bisa menjadi triger bagi masayarakat untuk membangun bangsa. Meski dengan cara sederhana. Karena kadang hal besar dimulai dari perbuatan kecil. Kadang dampak luas dihasilkan dari kumpulan act locally."


Karenanya. mari kita luangkan waktu sejenak. Untuk menuangkan ide. Meskipun sederhana.

------------------------------------------------------------------------
Untuk mendapatkan informasi tentang Sekolah Darurat Wirausaha, selanjutnya Sahabat Blogger bisa menghubungi saya di:
GTalk » ras.redaksi@gmail.com
YMessenger » rasredaksi@yahoo.com

Atau via email kepada
Admin Sekolah Darurat di:
» gus_sekolahdarurat@yahoo.com

Atau meninggalkan pesan lewat form
dibawah ini:
Sumonggo

------------------------------------------------------------------------------


Your Name :
Your Email :
Subject :
Message :
Image (case-sensitive):

>

Read more

08 January 2009

mari kita berdiskusi apa yang bisa kita lakukan untuk tragedi kemanusiaan palestina

67 comments
Mari kita rehatkan hiruk pikuk keseharian sejenak. Kita hentikan kesibukan mengejar Pagerank, atau hacking SEO. Juga kesibukan mempercantik tampilan blog, traffict, linkExchange dan sejenisnya.

Sejenak saja kita luangkan waktu. Untuk memikirkan apa yang bisa kita perbuat untuk tragedi kemanusiaan di Palestina. Chaves yang tak memiliki kepentingan terhadap Islam telah berbuat. Dengan cara mengusir Dubes Israel dai negaranya, Venezuella 2 hari lalu. Karena dia tahu, ini bukan soal islam atau bukan. Ini soal tragedi kemanusiaan. Biarkan negara-negara semenanjung arab tanpa berbuat apa-apa, karena takut pada intimidasi AS.


Ini tragedi kemanusiaan. mari kita dorong musisi kita melakukan konser kemanusiaan seperti Bob Geldoff dalam tragedi kelaparan Ethiopia. Atau penembang Morning was broken Cat Steven saat serangan Soviet ke Afanistan.

Mari, kita diskusikan apa yang kita bisa perbuat untuk rakyat palestina yang tak berdosa.
gambar kortesi flickr.com
Read more

07 January 2009

Former Malaysian Prime Minister Letter to Barack Obama

9 comments
Berikut, saya kutipkan surat Mantan PM Malaysia kepada Presiden Barack Obama, awal Januari lalu. Surat ini saya terima langsung dari Imam Masjid New York, yang juga kawan berdiskusi asal Indonesia, Dr Syamsi Ali, tertanggal 6 Januari 2009 . Silakan membaca keberanian tokoh yang dijuluki " Sang Soekarno Kecil ini".

"Dear Mr. President,

I did not vote for you in the Presidential Election because I am Malaysian.
But I consider myself one of your constituents because what you do or say will affect me and my country as well.
I welcome your promise for change. Certainly your country, the United States of America needs a lot of changes.
That is because America and Americans have become the most hated people in the world. Even Europeans dislike your arrogance. Yet you were once admired and liked because you freed a lot of countries from conquest and subjugation.
It is the custom on New Year's day for people to make resolutions. You must have listed your good resolutions already. But may I politely suggest that you also resolve to do the following in pursuit of Change.

1) Stop killing people. The United States is too fond of killing people in order to achieve its objectives. You call it war, but today's wars are not about professional soldiers fighting and killing each other. It is about killing people, ordinary innocent people by the hundreds of thousands. Whole countries will be devastated.
War is primitive, the cavemen's way of dealing with a problem. Stop your arms build up and your planning for future wars.

2) Stop indiscriminate support of Israeli killers with your money and your weapons. The planes and the bombs killing the people of Gaza are from you.

3) Stop applying sanctions against countries which cannot do the same against you.
In Iraq your sanctions killed 500,000 children through depriving them of medicine and food. Others were born deformed.
What have you achieved with this cruelty? Nothing except the hatred of the victims and right-thinking people.

4) Stop your scientists and researchers from inventing new and more diabolical weapons to kill more people more efficiently.

5) Stop your arms manufacturers from producing them. Stop your sales of arms to the world. It is blood money that you earn. It is un-Christian.

6) Stop trying to democratize all the countries of the world. Democracy may work for the United States but it does not always work for other countries.
Don't kill people because they are not democratic. Your crusade to democratize countries has killed more people than the authoritarian Governments which you overthrew. And you have not succeeded anyway.

7) Stop the casinos which you call financial institutions. Stop hedge funds, derivatives and currency trading. Stop banks from lending non-existent money by the billions.
Regulate and supervise your banks. Jail the miscreants who made profits from abusing the system.

8) Sign the Kyoto Protocol and other international agreements.

9) Show respect for the United Nations.
I have many other resolutions for change which I think you should consider and undertake.
But I think you have enough on your plate for this 2009th year of the Christian Era.
If you can do only a few of what I suggest, you will be remembered by the world as a great leader. Then the United States will again be the most admired nation. Your embassies will be able to take down the high fences and razor-wire coils that surround them."

May I wish you a Happy New Year and a great Presidency.

Yours Sincerely,

Dr. Mahathir bin Mohamad
(Former Prime Minister of Malaysia)
Read more

Labels

Gallery Lukisan SurauKami (4) Review (7) Santren (2) Surat Protes (1) art (7) blogging (7) business (2) culture (8) education (22) esai (22) history (2) international (6) internet (3) journey (35) lifestyle (2) music (3) pesantren (13) poem (4) social (19) socialmedia (3) story (7) tanbighul ghafilin (20)