About me

Blog

Showing posts with label international. Show all posts
Showing posts with label international. Show all posts

08 January 2009

mari kita berdiskusi apa yang bisa kita lakukan untuk tragedi kemanusiaan palestina

67 comments
Mari kita rehatkan hiruk pikuk keseharian sejenak. Kita hentikan kesibukan mengejar Pagerank, atau hacking SEO. Juga kesibukan mempercantik tampilan blog, traffict, linkExchange dan sejenisnya.

Sejenak saja kita luangkan waktu. Untuk memikirkan apa yang bisa kita perbuat untuk tragedi kemanusiaan di Palestina. Chaves yang tak memiliki kepentingan terhadap Islam telah berbuat. Dengan cara mengusir Dubes Israel dai negaranya, Venezuella 2 hari lalu. Karena dia tahu, ini bukan soal islam atau bukan. Ini soal tragedi kemanusiaan. Biarkan negara-negara semenanjung arab tanpa berbuat apa-apa, karena takut pada intimidasi AS.


Ini tragedi kemanusiaan. mari kita dorong musisi kita melakukan konser kemanusiaan seperti Bob Geldoff dalam tragedi kelaparan Ethiopia. Atau penembang Morning was broken Cat Steven saat serangan Soviet ke Afanistan.

Mari, kita diskusikan apa yang kita bisa perbuat untuk rakyat palestina yang tak berdosa.
gambar kortesi flickr.com
Read more

07 January 2009

Former Malaysian Prime Minister Letter to Barack Obama

9 comments
Berikut, saya kutipkan surat Mantan PM Malaysia kepada Presiden Barack Obama, awal Januari lalu. Surat ini saya terima langsung dari Imam Masjid New York, yang juga kawan berdiskusi asal Indonesia, Dr Syamsi Ali, tertanggal 6 Januari 2009 . Silakan membaca keberanian tokoh yang dijuluki " Sang Soekarno Kecil ini".

"Dear Mr. President,

I did not vote for you in the Presidential Election because I am Malaysian.
But I consider myself one of your constituents because what you do or say will affect me and my country as well.
I welcome your promise for change. Certainly your country, the United States of America needs a lot of changes.
That is because America and Americans have become the most hated people in the world. Even Europeans dislike your arrogance. Yet you were once admired and liked because you freed a lot of countries from conquest and subjugation.
It is the custom on New Year's day for people to make resolutions. You must have listed your good resolutions already. But may I politely suggest that you also resolve to do the following in pursuit of Change.

1) Stop killing people. The United States is too fond of killing people in order to achieve its objectives. You call it war, but today's wars are not about professional soldiers fighting and killing each other. It is about killing people, ordinary innocent people by the hundreds of thousands. Whole countries will be devastated.
War is primitive, the cavemen's way of dealing with a problem. Stop your arms build up and your planning for future wars.

2) Stop indiscriminate support of Israeli killers with your money and your weapons. The planes and the bombs killing the people of Gaza are from you.

3) Stop applying sanctions against countries which cannot do the same against you.
In Iraq your sanctions killed 500,000 children through depriving them of medicine and food. Others were born deformed.
What have you achieved with this cruelty? Nothing except the hatred of the victims and right-thinking people.

4) Stop your scientists and researchers from inventing new and more diabolical weapons to kill more people more efficiently.

5) Stop your arms manufacturers from producing them. Stop your sales of arms to the world. It is blood money that you earn. It is un-Christian.

6) Stop trying to democratize all the countries of the world. Democracy may work for the United States but it does not always work for other countries.
Don't kill people because they are not democratic. Your crusade to democratize countries has killed more people than the authoritarian Governments which you overthrew. And you have not succeeded anyway.

7) Stop the casinos which you call financial institutions. Stop hedge funds, derivatives and currency trading. Stop banks from lending non-existent money by the billions.
Regulate and supervise your banks. Jail the miscreants who made profits from abusing the system.

8) Sign the Kyoto Protocol and other international agreements.

9) Show respect for the United Nations.
I have many other resolutions for change which I think you should consider and undertake.
But I think you have enough on your plate for this 2009th year of the Christian Era.
If you can do only a few of what I suggest, you will be remembered by the world as a great leader. Then the United States will again be the most admired nation. Your embassies will be able to take down the high fences and razor-wire coils that surround them."

May I wish you a Happy New Year and a great Presidency.

Yours Sincerely,

Dr. Mahathir bin Mohamad
(Former Prime Minister of Malaysia)
Read more

03 January 2009

Mari Kita Bantu Perjuangan Bangsa Palestina Dengan Cara Yang Kita Bisa

57 comments
By Allah's will they routed them; and Dawud slew Jalut; and Allah gave him power and wisdom and taught him whatever (else) He willed. And did not Allah check one set of people by means of another, the earth would indeed be full of mischief: But Allah is full of bounty to all the worlds.








Mari kita bantu perjuangan bangsa Palestina melawan tirani Israel dan Amerika. Dengan cara yang kita bisa.









Ada yang menyarankan agar kita melawan dengan cara boikot produk yang sebagian keuntungannya dipergunakan untuk membantu pembunuhan anak-anak palestina. Melalui sumbangan yang diberikan kepada pemerintah israel karena sebagian sahamnya dimiliki pengusaha israel. Coba datangi situs relawan ini. Lalu lakukan cross-check untuk memverivikasinya.

Atau memilih memasang Banner yang bertema "Save Palestine People" yang bannernya banyak dibuat oleh Latuff and Leila Khaled.

Atau ada usulan lain?
Selamat mendukung perjuangan anak-anak Palestina.
Dengan cara yang kita bisa

gambar judul kortesi Latuff and Leila Khaled
gambar boycott israeli product kortesi inminds.com
Read more

02 January 2009

Melawan Apache dengan Puisi: Bila Anak Palestina berpuisi dalam Youtube

20 comments

Puisi memang tak sekuat moncong senjata. Apalagi senjata kaliber bom pintar GBU-39 yang tiap menit dimuntahkan Israel melalui F-16 Fighting Falcon dan helikopter Apache. Tapi. Kiranya. Puisi ini bukan sekedar cetusan rasa biasa. Atau sekedar ungkapan hati yang tersembunyi di benak mulut mungil anak-anak Palestina. Ungkapan yang mewakili ketertindasan sebayanya. Akibat banyak negara hanya menyampaikan pidato tanpa tindakan yang berarti saat berempati atas nasibnya.


gambar kortesi http://www.palestine-info.co.uk/en
Read more

21 April 2008

Obama, berubah sikap soal isu internasional

2 comments
Mulai hari ini, Blog ini mencopoti semua posting dan dukungan terhadap Barak Obama. Lalu apakah saya akan berpindah untuk mendukung rival Obama, alias Hillary Clinton? Tentu saja jawabannya: No Way, alias tidak.

Kenapa tiba-tiba mencopoti hal-hal yang berbau Obama? Apalagi kalau bukan karena ternyata Obama tidak lagi bisa diharapkan untuk mengubah wajah AS untuk lebih ramah terhadap penyelesaian isu-isu dunia, seperti masalah Timur Tengah, khususnya konflik Israel - Palestina. Awal kampanyenya yang sempat menarik komunitas muslim di beberapa negara bagian(simak catatan Dr. Syamsi Ali) tiba- tiba berubah setelah mendapat tekanan dari minoritas Yahudi Amerika.

Bahkan, seperti yang dilaporkan AFP, dalam kampanyenya di sebuah sinagoge Obama memasikan untuk melindungi negara Israel dan menganggap pemerintahan Palestina yang saat ini dipegang Hamas, sebagai pemerintahan Teroris.

Sebagai gantinya, sekaligus sebagai sikap protes pribadi. Mulai hari ini pula saya mulai memasang banner kampanye Save Palestine People. Yang kebetulan tahun 2008 ini merupakan peringatan ke 60 tahun rakyat Palestina dalam penistaan dan pengusiran dari kampung halamannya sendiri oleh Israel. Sebagai bagian dari keikutsertaan kampanye kemanusiaan dan kampanye perlawanan terhadap ketidak-adilan sikap politik negara adikuasa terhadap sebuah bangsa.



Read more

12 April 2008

MTV CAMPAIGN UNPUBLISHED

17 comments
Bulan terakhir ini, media nasional kita mulai sibuk menyoroti tentang masa depan negara mitra AS, termasuk Indonesia menjelang keepemimpinan baru negara adikuasa tersebut. Banyak harapan, komentar, pendapat dan bahkan ekspektasi kepada kepemimpinan AS yang lebih ramah.Bahkan beberapa media televisi yang berlangganan dengan VOA menyiarkan secara berkala perhelatan kampanye tersebut.

Namun, disela-sela hiruk pikuk pemberitaan soal kampanye pendahuluan kandidat presiden tersebut,beberapa kegamangan muncul. berkenaan dengan beberapa sikap pemerintah negara pengekspor demokrasi tersebut terhadap sikap kritis warganya.

Tahun silam MTV, salah satu TV AS terbesar membuat kampanye kemanusiaan untuk memerangi isu utama tentang kemanusiaan. Hasilnya adalah 3 poster yang dianggap kontroversial oleh Pemerintah dan sebagian rakyat AS. Masing masing kategori kampanye terhadap AIDS, Kemiskinan dan Kelaparan.

Poster tersebut masing-masing berisi gambar gelandangan, penderita AIDS dan anak-anak kelaparan dengan berlatar belakang sama: menara kembar NY yang sedang meledak dalam peristiwa 'black september'.

Bunyi pesan poster tersebut antara lain mengatakan: “...2863 orang meninggal dalam serangan Black September. Dunia bersatu melawan terorisme karenanya. Sekarang ada 824 juta orang terancam kematian karena kemiskinan. 40 juta orang terancam kematian karena AIDS dan 630 juta terancam kematian. Kapan dunia bersatu melawan AIDS, Kelaparan dan Kemiskinan...”

Ah, jangan-jangan, bukan hanya AS yang sakit. Seperti yang dikatakan Michael Moore,sutradara Sicko yang juga sutradara film dokumenter 11/9 yang dianggap kontroversial. Tapi juga seluruh bangsa didunia, termasuk Indonesia.....karena terlalu besar 'pasak expektasi daripada tiang kenyataan' bagaimana menurut anda?





Read more

Labels

Gallery Lukisan SurauKami (4) Review (7) Santren (2) Surat Protes (1) art (7) blogging (7) business (2) culture (8) education (22) esai (22) history (2) international (6) internet (3) journey (35) lifestyle (2) music (3) pesantren (13) poem (4) social (19) socialmedia (3) story (7) tanbighul ghafilin (20)