About me
- Unknown
Blog
03 July 2012
B.O.A.R.D.I.N.G | Bersama Sahabat Malam | Tempat: All venues SurauKami | 14 juli 2012
0 commentsS.E.G.E.R.A | Ke Surau Kita Kembali | Bersama Sahabat Malam | 14 juli - 17 Agustus
0 commentsS.E.G.E.R.A | Ke Surau Kita Kembali | Bersama Sahabat Malam | 14 juli - 17 Agustus | PEMBUKA: Ngaji Rock Padhangmbulan | ACARA : Lelang & Pameran Seni Rupa: Perupa Cacing Terbang | NGABUBURIT ARTWORK : #Workshop Lukis #Workshop Menulis #Pop Culture Debat Student #Stand Up 4 Children #Puisi Anak / Macapat #Wisata SeniRupa | NGAJI KABUDAYAN: #Ngaji Kesusastraan #Suluk Djalaludin Rumy #Diskusi Kamar |... PENUTUP: Musik Takbir Keliling Anak | PEMANTIK: Tan Markaban (Seni Rupa, Kurator ), Kyai Budi (Rumah Cinta), Leak Sosiawan (Sastra, ISI Surakarta ), Saroni Asikin (Pemerhati, Redaktur Suara Merdeka ), Paguyuban Nandang Wuyung (Wayang Tenda ), Dadang (Cagar Budaya Ratu Sima), Robbyzidnie Ielman, Catur Rebowo, Surya Wahyudi, Udin Nur Efendi (Perupa Cacing Terbang), Wiwin Wintarto, Wesiati Styaningsih ( Lini Kreatif ), Win Ghotic, Astro, Putri, Suheng, Lurah Eko Gondrong (Surau Akustrik), Unang (Pesantren Bluessy), Jaya nata, Alfi (Musik Jalanan), Tarom (Performance), Openg , Arief (Hysteria) | Mari kita siapkan ketulusan dan Api Kearifan | SurauKami Jln. Tusam Raya no.26 Banyumanik Semarang
29 April 2012
#Hardiknas: Ayolah, Sudah Saatnya Kita Jujur Berkata tentang Sejarah
42 comments
Sejak beberapa waktu silam. Ditemani kawan jurnalis. Kembali, saya memutari hampir semua Pameran Buku. Mencoba mengaduk- aduk tumpukan buku sejarah. Khususnya tentang sejarah kemerdekaan bangsa. Banyak buku. Dari berbagai penerbitan yang diperuntukkan sebagai pendamping atau buku utama pelajaran sejarah di sekolah.Namun buku sejarah tetap saja menulis seperti tahun-tahun sebelumnya. Nyaris tak ada perubahan fundamental. Selalu saja anak-anak SMP dan SMA kita disuapi dengan narasi sejarah, bahwa hanya ada dua nama besar. Figur sentral: Yaitu dua orang pembaca naskah proklamasi Sukarno-Hatta sebagai figur utama. Sedang tokoh lainnya, hanya ditempatkan sebagai pemain figuran dalam sejarah kemerdekaan.
Padahal semua orang mengetahui, bahwa ada puluhan tokoh utama sekaligus yang tergabung dalam BPUPKI, atau tokoh lainnyaseperti Sudirman, Tan Malaka, M Natsir, Bung Tomo (Surabaya), Supriadi (Blitar), Haji Mohammad Thoha (Tasikmalaya), Otto Iskandar Dinata (Bandung), Daud Beureuh (Aceh), Maridjan Kartosuwiryo ( Siliwangi, Pasundan), Amir Syarifudin, Syafrudin Prawiranegara (Sumatera), Haji Tirta (Betawi), Mgr sugiyopranoto, yang sangat layak untuk ditampilkan sebagai tokoh utama kemerdekaan .
***
Lalu mengapa sepertinya sejarah bangsa yang sangat besar ini hanya menyorot dua figur pembaca proklamasi saja. Seolah sebuah filem. Sukarno-Hatta ditempatkan sebagai pemain utama. Selainnya adalah pemeran pembantu dan figuran semata?
Padahal semua orang tahu. Bahwa, sebagian besar akar pemikiran Sukarno kerap berujung pada pemikiran Tan Malaka, dan HOS Tjokroaminoto. Cobalah lihat Sukarno beberapa kali menenteng buku tulisan Tan tentang konsep republik. perhatikan gagasan-gagasannya yang tertuang dalam Api Islam yang memuat banyak pokok-pikiran Tjokroaminoto sang mertua yang sekaligus mentor politiknya. lalu cermati sebagian besar naskah pidato Sukarno yang dikemudian hari sangat terkenal itu ternyata adalah naskah yang dihasilkan dari diskusi dan polemik kenegaraan dengan A Hasan atau M. Natsir.
Demikian juga dengan Hatta. Orang sering melihat hanya dia yang pantas menjadi simbol ketaatan administrasi dan keteladanannya dalam hidup sederhana. Namun, cobalah untuk menjawab pertanyaan ini: Siapakah tokoh pejuang kita yang hidup berkecukupan dikala itu?
Cobalah sesekali menegok Natsir. Hanya mampu mengenakan jas bertambal saat dilantik sebagai Menteri Penerangan. Dan tetap sederhana sampai jabatan Perdana Menteri ke-5. Rumahnya hanya kontrakan dibilangan Jakarta Pusat. Rumah pemberian negara saat dia pensiun dari perdana menteri tak mampu ditempatinya karena Pajak Bangunan (PBB) yang tinggi. Selalu meninggalkan mobil dinas dan berganti kendaraan umum. seringnya nunut boncengan sepeda motor DN Aidit pulang seusai sidang kabinet. Karena pulang dari urusan dinas adalah urusan pribadi, begitu pendapatnya. Atau tengok pula H Agus Salim. Tokoh yang tak kuat membayar listrik untuk penerangan rumahnya yang kecil saat posisinya sudah menjadi diplomat dan menteri Luar Negeri.
*****
Soal perlawanan rakyat semesta di pinggiran kota? Tengoklah Kyai Hasyim Asy'ari. Tokoh kaum bersarung yang tak lelah mengajarkan tradisi perlawanan terhadap kolonialisme di serambi pesantren. Si Tenang yang kemudian membuat sebuah resolusi terpenting bagi perlawanan dan perjuangan kemerdekaan di pelosok negeri. Resolusi Jihad namanya. Resolusi yang belakangan diketahui telah menggerakkanperlawanan dengan cara nekad meskipun senjata yang ada hanya bambu runcing dalam perang suci 10 Nopember Surabaya.
Pertempuran yang tak seimbang dari tinjauan militer. Tapi itulah pertempuran yang mempermalukan Brigade 49 dari Divisi V yang diboncengi NICA. Sekedar tahu, pasukan inggris yang dikenal dengan Fighting Cock, adalah kebanggaan Inggris yang berhasil menghancurkan Burma, menghajar Jepang di Asia Tenggara dan medan tempur lain waktu itu. Bukan itu saja, dalam pertempuran ini pula, sejarah Inggris yang tak pernah kehilangan jenderalnya di medan pertempuran manapun menjadi terpatahkan. jenderal Mallaby tewas hanya dalam hitungan minggu di medan pertempuran 10 Nopember itu.
*****
Soal kegigihan mempertahankan republik dengan tentara reguler? Tengoklah mantan guru Sekolah Muhammadiyah di Cilacap kelahiran Banyumas, yang memilih bergerilya: Jenderal Sudirman. Hampir tak ada bukit yang tak dilintasinya, di pulau Jawa ini. Hanya untuk menggerakkan pasukan dan relawan perang. Taktik gerilya dan sistem Hankamrata yang disusunnya bersama Tan Malaka. Mampu menahan Belanda memasuki daerah pertahanan terakhir. yang sekaligus ibukota peralihan, Jogyakarta.
Ini yang ingin saya ceritakan: Dia melakukan semua peperangannya dengan berjalan kaki. Sedikit berkuda. Dan terbanyaknya ditandu. Karena paru-parunya sudah membusuk sebelah. Fisiknya tak sekuat tekad dan gagasan besarnya. Kalau kita mengetahui hirarki militer. Maka pangkat tertinggi yang memimpin pasukan di lapangan adalah Kolonel. Jadi, dialah satu-satunya militer yang berpangkat Jenderal penuh, berbintang 4 dipundak, yang masih memimpin pasukan di medan laga sampai fisiknya tak mampu digerakkan lagi.
Tak heran bila, suatu hari Sukarno. Merasa perlu "menghadiahi dirinya sendiri" dengan sebutan Panglima Tertinggi Angkatan Perang Jenderal Soekarno. Tidak cukup itu. Dia bahkan menambah satu bintang lagi untuk dirinya. Menjadi berbintang 5 dipundak. Hanya karena wibawanya tak tertolong lagi dikalangan gerilyawan saat itu. Hal yang sama ditiru Suharto beberapa puluh tahun kemudian untuk alasan bermiripan.
*****
Rupanya sejarah tetap bertahan dengan pemeo lama. Bahwa dogma kekuasaan kadang lebih dimenangkan demi kepentingan politik sesaat dibandingkan keontetikan sejarah itu sendiri.
Karenanya, pada peringatan Hardiknas kali ini. Saya ingin mengajak santri-santri kecil saya di pesantren Tahfidz Qur'an untuk menziarahi makam yang tak ada penyebutan kata "pahlawan" di pusaranya. Tapi saya cukup yakin, bahwa pemilik jasad yang telah berkalang tanah disitu. Sedang tersenyum dengan senyuman termanisnya saat menghadap Sang Khaliq. Bahkan, mungkin dengan jenis senyuman yang mungkin tak pernah bisa dilakukan oleh para aktor utama dalam filem episode sejarah kemerdekaan kita sekalipun.
*Ditulis kembali sebagai surat untuk Seorang Guru
dari Mushollah kecil Pesantren Tahfidz Quran Semarang
12 March 2012
Jawa, Ken Arok, Majapahit, Dan Poitik Penghalalan Segala Cara
148 comments
Jawa , merupakan sumber penggalian filsafat adalah keniscayaan. Namun kadang Jawa sekaligus sumber paradoks itu sendiri. Itu hal yang bisa saya kutip selama mengikuti kegiatan 'pencarian kembali budaya Jawa' selama tiga hari dua malam di arena Kampung Seni Lerep Semarang, beberapa tahun lalu.
*****
Beruntung saya diberi banyak kebebasan mengelaborasi acaraoleh kawan yang menjadi host acara tersebut. Lebih beruntung lagi karena dalam acara yang serba jawa tersebut - tidak hanya sekedar menapresiasi sastra dan seni Jawa klasik semacam tari, wayang, atau karawitan. Tetapi juga berisi film indie, bedah novel berbahasa jawa dan karya seni kontemporer lainnya- saya diperbolehkan mengajukan perlunya 'mengamandemen' kemesra'an antara wangsit dan dunia kekuasaan di tanah jawa.
*****
Sekedar tahu, Soekarno perlu memproklamirkan diri sebagai keturunan Jaka Tingkir untuk memperkuat wibawanya di kalangan bangsawan jawa waktu itu. Soeharto merasa penting untuk menyetarakan diri sebagai penerima wahyu kekuasaan (pulung:jawa). Ritusnya dimulai saat dia masih jauh sebelum menjadi Komandan Pasukan Tjadangan (yang berubah menjadi Kostrad) di daerah sekitar Gunung Pati. Tepatnya, di Sungai Kaligarang, Gunungpati. Belakangan, Suharto membangun Tugu Suharto untuk mengingatkan proses mistifikasi kekuasaannya di tepian sungai tersebut.
Setelah itu berturut-turut Gus Dur, Mega, dan SBY mengikuti jejak pendahulunya. Meski dibantah berkali-kali, namun fakta bahwa SBY, presiden yang peraih gelar doktor bidang Pertanian di IPB tesebut, memerlukan upacara pengambilan sumber mata air dari 7 tempat yang dikeramatkan di tanah Jawa untuk memulai pencalonannya menjadi Presiden. Serta memilih hari pasaran (kalender jawa) disetiap mengambil keputusan pentingnya.
*****
Pertanyaannya adalah, mengapa di jaman posmo seperti ini para pemimpin nasional memerlukan mistifikasi? Tidak mudah menjawabnya. Karena memerlukan ketekunan akademis untuk merunut penggunaan mistifikasi kekuasaan tersebut.
Namun, kutipan seorang jurnalis senior yang sekaligus pengajar sastra Jawa di Unnes berikut barangkali bisa membantu kita untuk menemukan alasannya. Yaitu: "untuk mengembalikan lagi wibawa kekuasaan yang mulai runtuh dihadapan sebagian besar rakyatnya".
*****
Saya jadi teringat pembicaraan terakhir saya dengan mendiang Pramoedya Ananta Tour beberapa bulan selepas dibebaskan dari Nusakambangan. Dengan ditemani sang istri, Muthmainnah dan seorang pegiat Kepal PRD asal UGM, di ruang tamunya yang kecil dibilangan komplek kejaksaan jakarta.
" Sejarah politik Indonesia tak akan terlepas dari sejarah Majapahit dan Tanah Jawa. Yaitu sejarah aneksasi dan baku bunuhuntuk perluasan wewenang kekuasaan. Pra Majapahit pun, Jaman Singasari, menjelaskan semua teori itu. Kekuasaan membolehkan perselingkuhan bahkan baku bunuh saudara sendiri. Ken Dedes, istri bupati Tumapel (kediri saat ini) Tunggul Ametung diselingkuhi Ken Arok. Sebelum tragedi pembunuhan dilakukan. Majapahit juga begitu. Sebab, kekuasaan merupakan puncak pencarian jati diri bagi orang Jawa".
"Itulah kenapa menumbalkan rakyat banyak adalah (seperti) kenicayaan dalam sejarah politik Indonesia", celetuk saya. ""Itulah jawa dan itulah indonesia" jawab Pram sambil mengepulkan rokok dan sesekali membetulkan alat bantu pendengaran yang kurang pas.
*****
Mengingat perkataan Pram diatas, membuat saya ingin mengingat (kembali) peristiwa berdarah yang menyertai proses alih kekuasaan terakhir, mulai kasus santet Banyuwangi, kasus Ambon, Kasus Maluku Utara yang diikuti kasus Poso. Terus kasus konflik horisontal Sampit, Bom Bali, Bom JW Mariot, Bali jilid II dst. Ya rentetan peristiwa yang setelah saya tarik surut kebelakang, ternyata lebih sering dipicui oleh peralihan pimpinan partai, pemilukada, dan peralihan kekuasaan nasional.
Namun, belum lagi saya berhasil mengingat dan mencatat kembali peristiwa kerusuhan yang memakan korban nyawa tak sedikit tersebut. Terdengar beberapa stasiun telivisi nasional mengeluarkan breaking news-nya: Kerusuhan antar suku di Tarakan meledak, Kerusuhan antar preman di PN Jaksel menyusul kemudian, dan sehari berikutnya kerusuhan laten antara masyarakat dengan penganut Ahmadiyah meledak lagi.
*****
Saya tak yakin, kerusuhan akan segera berhenti di republik ini dalam waktu dekat. Karena saya masih melihat arus besar yang sama di layar sosial kita. Arus tersebut adalah adagium "bahwa kekuasaan akan selalu memerlukan korban gelimang darah rakyat tak bersalah."
Seorang karib lain yang menjelaskan dengan teori perilaku politik dengan pendekatan yang relatif lebih sederhana. Bahwa kerusuhan demi kerusuhan yang belakangan terjadi lebih disebabkan karena sebagian petinggi politik kita masih "menjadikan politik sebagai panglima" dalam meraih kekuasaan. "Jadi, selama ideologi yang bertengger di otak pelaku politik adalah kekuasaan sebagai panglima, maka selama itu pula kita tak bisa berharap kerusuhan akan segera berakhir di republik kita"
*****
11 December 2011
Menggarami Laut
96 comments
Dia seorang diri di atas perahu kecil di tengah laut. Mulutnya terus menggumamkan istighfar dan tangannya menggenggam butiran garam dapur. Setiap satu ucapan, satu butir garam dia lempar ke laut. Hampir tiga hari tiga malam selalu begitu. Tenggorokannya mengering dan garam dalam gantangan mulai menipis. Dia abai pada sengatan terik, atau guyuran hujan yang menggigilkan tubuhnya. Satu, ya cuma satu, yang dia harapkan: Tuhan jadi iba, lalu mengampuni segala kesalahan yang telah dia buat.Tiga hari sebelumnya, dia bertanya pada seorang kawan mengaji di masa kecil. Apakah Tuhan akan memaafkan dirinya? Temannya hanya diam sambil memberi isyarat agar mengikuti langkahnya. Berdua lalu mereka menuju tepian muara sungai, dan sang teman berkata, ''Bawalah segantang garam ini, dan naiklah ke perahu kecil itu. Sesampai engkau di tengah lautan, menghadaplah ke kiblat. Lalu, ambil sebutir demi sebutir garam dan lemparkan ke lautan. Ikutilah setiap lemparanmu dengan bacaan Istighfar."
"Begitu seterusnya. Jangan kembali ke surau untuk menemuiku, kecuali garam dalam gantang itu habis tak bersisa. Dan tenggorokanmu kering karena ucapan istighfarmu. Semoga Allah mengampunimu, memaafkanmu.''
Dia tak membantah meskipun tahu ini bukan cara beristighfar yang lazim. Tapi dia berpikir, mungkin ini satu-satunya tawassul terbaik untuk mengiba permaafan dari-Nya.
Saat matahari tepat di atas kepalanya, gantangan garam itu telah kosong. Tenggorokannya benar-benar kering. Namun, rasa sesak di dada tak seberat sebelumnya. Segera dia menepikan sampan ke muara sungai, dan bersigegas ke surau menemui sang teman.
''Kang, setelah apa yang kulakukan, apatah kiranya Tuhan mengampuni kesalahanku?''
Sang teman cuma menatap dirinya tajam. Cara menatap yang membuat pikirannya mengembara. Benarkah Dia yang Mahapemaaf itu tak lagi mengampuninya?
''Mungkin saja.''Begitu jawaban yang keluar dari mulutnya sendiri.
Dia berharap begitu. Sebab dia tahu, telah lama Tuhan dia tipu: alim di setiap tampilan dalam layar televisi; bijak di atas podium seminar; religius di forum kampanye; berbusa-busa menderaskan ayat suci di ruang publik.
*****
Ya. Sangat lama dia tak menjalankan lima waktunya. Jadwalnya dipenuhi kencan bisnis dan patgulipat politik. sangat lama pula, kebiasaan gelengan kepala karena transeden dalam zikir di tempat yang hening dia ubah menjadi gelengan ekstase di tengah gemerlap lampu tempat hiburan malam.
Zakatnya tak lagi disalurkan di rumah yatim-piatu tapi dia transfer ke rekening para penjual massa di beberapa rumah mobilisasi suara. Kadang disalurkan pada rumah tinggal para molek simpanan di apartemen-apartemen tersembunyi. Sa'i-nya tak melewati rute perjalanan Siti Hajar saat mencari air minum untuk Ismail kecil seperti saat berhaji. Dia lebih banyak bersa'i di bentangan padang rumput hijau sambil ditemani para caddy yang gemulai manja. Ya. Di tempat-tempat seperti itulah dia melakukan semua politicotainment. Di tempat seperti itu pula rupiah dan dolar tanpa nomor seri mengalir deras di bawah meja.
*****
''KAWAN, lihatlah sekelilingmu. Lihatlah dengan mata hati. Bukan dengan mata statistika. Bukan dengan hitungan rating pesona yang mengakibatkan perolehan suara partaimu melejit tajam,''
''Tengoklah gang-gang kumuh. Datangi rumah-rumah tiap pengikutmu. Kunjungi emperan-emperan toko yang masih menjadi tempat tinggal abadi mayoritas rakyatmu. Sesekali berhentilah di lampu merah dan tengoklah pengamen anak-anak dan pengemis yang semakin banyak.''
Dia masih diam, membiarkan sang teman terus berbicara.''Mungkin Tuhan telah memaafkanmu, dengan sebaik-baik permaafan. Namun, tahukah engkau, hanya orang bodoh yang berusaha keras menggarami lautan? Hanya orang tak berakal yang mencoba menebar garam di pusat garam itu dibuat?
Itulah dirimu. Dirimu lima tahun lalu. Kamu mengira telah melakukan hal besar. Sebab, surat keputusan dan kebijakan yang lahir dari tanganmu seolah telah membuka pelurusan hukum, menaikkan angka kepercayaan investasi, mencuatkan pendapatan per kapita, meninggikan angka kemakmuran, menolong orang miskin dengan bantuan uang kaget alias BLT ala reality show. meninabobokan keresahan rakyatmu dengan politik salon''
Sang teman terus berbicara." Kamu bersusah payah melakukan sesuatu yang kamu anggap besar. Tapi sebenarnya kesia-sian. Selalu merasa telah berbuat banyak. Padahal hanya menggarami lautan. Itulah dirimu. Dirimu di lima tahun kedua kekuasaanmu".
Tengoklah tokoh idolamu di masa kecil. Umar bin Khatab yang hampir tiap malam dihabiskan untuk meronda tiap gang di wilayah negara, sendirian. Dia perlu tahu, apakah ada warganya yang masih merasakan ketidakadilan dan kemelaratan. Bahkan dia sendiri yang akan memanggul gandum atau kurma untuk diserahkan kepada warganya yang luput dari kesejahteraan.
Khalifah yang bila sudah selesai menjalankan tugas kenegaraannya, segera mengganti lampu penerangan, alat transportasi dan menanggalkan semua fasilitas negara, dengan peralatan hidup pribadi yang sederhana. Karena, menurutnya setelah melaksanakan tugas kenegaraan, dirinya hanya warga biasa seperti kamu semua.''
Dia masih terus bergeming mendengarkan sesorah sang teman mengajinya di surau kecilnya dahulu.''Kawan, mungkin Tuhan memaafkanmu meski setiap hari engkau menipu-Nya berkali-kali. Namun, puluhan ataupun hampir ratusan juta orang yang kamu tipu, mereka tak akan pernah memaafkanmu. Sekarang atau nanti. "
"Kalau sekarang mereka diam, mungkin mereka hanya menunggu waktu. Kalau sampai waktunya, mungkin kau akan terjebak dalam lakon film-film gangster ala Godfather. Kerabatmu akan memaki dan wibawamu akan tandas. Ya, saat itulah mereka akan menghukummu.''
Dia masih diam, tetapi sekarang dia tahu apa yang telah dia lakukan di atas perahu kecil di tengah laut itu semata kesia-siaan. Laut tak butuh digarami. Dia juga sangat tahu, Tuhan memang Mahapemaaf, tapi puluhan bahkan ratusan atau jutaan orang yang telah dia tipu melalui politik kejaiman sekian lama tersebut tak akan gampang untuk mengucapkan, ''Kumaafkan kamu.''
****
Ditulis Ulang disebuah Surau Kecil Pinggiran Semarang
26 October 2011
Catatan Satu Suro 1945 Wawu, Satu Muharam 1433 H: Seandainya Bersama Kita Bisa
21 comments
Ibunya Hantamah binti Hasyim bin Al-Mughirah. Ayahnya seorang tokoh lokal bernama Nufail Al Mahzumi. Pertumbuhan fisiknya kukuh kekar. Kerap memenangi perkelaihan di masa mudanya. Penyelamat kabilah jika terjadi perang antar suku. Namun saya kira bukan alasan tersebut yang membuatnya dianggap sebagai pengganti Hamzah bin Abdul Muththalib dalam pemberian perlindungan kepada sang Nabi di saat masa sulit. *****
Menurut banyak catatan sejarah. Dia termasuk pengikut sang Nabi yang terbebas dari boikot ekonomi dan hukuman sosial. Sanksi yang diterapkan petinggi Mekkah terhadap pengikut gerakan Muhammad. Dokumen sejarah lain, malah mencatat dia sebagai satu-satunya peserta rombongan yang mengumumkan secara resmi keikutsertaannya untuk eksodus , justru pada saat eksodus itu dilakukan secara sembunyi-sembunyi untuk menghindari penghadangan. "Jika diantara kalian ada yang ingin anaknya menjadi piatu,dan istrinya menjadi janda, silakan halangi (perjalanan) saya", begitu yang dikatakannya kala itu. Di depan para petinggi Mekkah yang hendak menghadangnya.
*****
Sekaku itukah sikapnya? Benar ! Dia memang sangat kaku dan tegas terhadap kelompok orang yang menjunjung tinggi ketidak-adilan sosial. Bahkan cenderung ketus bila berhadapan dengan penggila kekuasaan dan penindas kaum pinggiran. Namun. Dia juga sangat lembut, bahkan acap menangis sendirian bila mendengar kabar ada dua atau satu saja -dari sekian banyak rakyatnya- masih miskin atau terpinggirkan secara struktural, atau karena jangkauan pemerintahannya gagal mendistribusikan kemakmuran.
Dialah Khalifah, Kepala Negara sekaligus Kepala Pemerintahan kedua yang hampir tiap malam waktunya dihabiskan untuk meronda tiap sudut gang di wilayah negara sendirian. Untuk menyelidiki apakah ada warga yang masih kelaparan atau masih melarat. Bahkan dia sendiri yang akan memikul sembako seperti gandum atau kurma untuk diserahkan kepada mereka.
Dialah orang dekat Nabi Muhammad yang bila sudah selesai menjalankan tugas kenegaraannya. Segera mengganti lampu penerangan, alat transportasi dan menanggalkan semua fasilitas negara. Dengan peralatan hidup pribadi yang sederhana. "Karena setelah melaksanakan tugas kenegaraan. Saya adalah warga biasa seperti kamu sekalian". Begitu keseharian kehidupannya saat menjadi Kepala Negara.
Dialah tokoh yang untuk penegakan hukum di dalam negeri. Tokoh yang tak segan-segan melakukan eksekusi sendiri pelaku korupsi dan pencurian hak sipil warganya. Tokoh dengan kebijakan luar negeri yang tak segan menantang perang secara terbuka negara adikuasa saat itu, Romawi. Karena sikap penindasan negara adikuasa tersebut terhadap negara-negara kecil yang menjadi jajahan atau wilayah protektoratnya. Karenanya, tak terlalu mengherankan jika Michael H. Hart pun terpaksa mengakuinya sebagai orang paling berpengaruh dalam The 100-nya.
Ya. Dialah Ummar bin Khattab. Orang yang menyerap nilai eksodus dengan serapan subtstantif. Dan dia pula yang selalu menyampaikan pentingnya nilai eksodus. Juga pentingnya substansi eksodus itu sendiri bagi generasi berikutnya. Karena itu pula, maka dia merasa perlu untuk menetapkan peristiwa monumental yang menempuh jarak 470 km tersebut sebagai dimulainya penghitungan Kalender Islam. Peristiwa yang belakangan dikenal sebagai peristiwa Hijrah.
Untuk apa semua itu dilakukannya? Agar generasi berikutnya selalu mengingat nilai penting peristiwa tersebut lebih dalam. Lebih substantif: Hijrah dari sikap cuek bebek terhadap terjadinya ketidak-adilan sosial. Dari sikap hedonisme. Dari sikap menjadikan kekuasaan, gelimang harta dan kemewahan jabatan politik sebagai tujuan hidup menuju keberpihakan kepada kelompok jelata. Pembelaan terhadap pihak tertindas. Dan kekuasaan politik untuk menyejahterakan rakyat.
Akhirnya, selamat menjadikan momentum tahun 1433 Hijriyah. Selamat menyerap makna Hijrah dengan serapan yang lebih substantif: Mari kita paksa siapapun yang memegang amanah kekuasaan di negeri ini untuk mereformasi perilaku. Agar kegemilangan negeri yang mereka janjikan semasa putaran kampanye kemarin bukan sekedar jualan mimpi di siang bolong belaka !
02 October 2011
Keindonesiaan WNI Keturunan, Ketupat, Cap Gomek, Kauman, Mudik Iedul Fitri dan Laksamana Cheng Ho
60 comments
Adakah keterkaitan antara Lebaran, Mudik, Cap Gomek, Kebab,Kampung Arab, Kauman, Masjid Cheng Ho dengan Keindonesiaan WNI Keturunan?Jawabanya bisa bermacam-macam. Yang Jelas,sejarah kita mencatat,ada nama dengan pengejaan Tionghoa yang dianggap sangat besar jasanya di abad ke-15,yakni: Cheng Ho.
Karenanya, tokoh yang (juga) dikenal dengan Laksamana Zheng He. Bergelar Sam Poo Yay Djien tersebut diabadikan sebagai nama dua buah Masjid di ibu kota propinsi: di kota Surabaya bernama Masjid Muhammad Cheng Ho dan di Palembang dinamai Masjid al Islam Muhammad Cheng Ho. Dan sebuah masjid yang dikelola sebuah Pemda Pasuruan (juga) dengan nama Masjid Muhammad Cheng Ho.
Begitu besar peranannya bagi dunia perdagangan, proses asimilasi bangsa dan sekaligus bagi sejarah Islam di indonesia. Tak heran bila National Geographic Magazine di tahun 2005 mencoba merekonstrukasi perjalananya. Jejak perjalanan yang dimulai dari Yunnan (RRC) sampai Swahili (Afrika) tersebut di pamerkan dalam sebuah Pameran Foto di Universitas (Kristen) Petra Surabaya. Dan (masih pada tahun yang sama) di Semarang, di diselenggarakan Seminar Nasional Membincang Kontribusi Tionghoa dalam Proses Islamisasi di Indonesia untuk memperingati kedatangan 600 tahun Cheng Ho alias Sam Poo Kong di Semarang medio 2005.
*****
Ada banyak jejak peninggalan Cheng Ho di Nusantara. Adanya Lonceng Raksasa Cakra Donya di Aceh. Piring Ayat Kursi di Cirebon. Ukiran Padas di Masjid Kuno Mantingan, Jepara. Menara Masjid di Pecinan Banten (Jawa Barat). Konstruksi serta Ukiran Pintu Makam Sunan Giri di Gresik (Jawa Timur). Arsitektur Keraton dan Taman Sunyaragi di Cirebon (Jawa Barat). Konstruksi Soko Tatal dan ukiran kura-kura pada Masjid Demak (Jawa Tengah). Konstruksi Masjid Sekayu di Semarang. Kesemuanya merupakan jejak tentang adanya pengaruh misi damai Islam dan perdagangan internasionalnya di ranah Nusantara.
Bahkan di tempat persinggahannya di pelabuhan Semarang Tempo Dulu, Simongan. Cheng Ho diyakini sempat membangun tempat Pasholatan atau musholla yang berbentuk Lorong Goa. (Sayang setelah restorasi situs rersebut tertutupi bangunan baru yang berupa Klenteng Sam Poo Kong. Silakan baca juga wawancara singkat saya dengan pengelola Yayasan Klenteng Semarang dan a href="http://semarangreview.blogspot.com/2008/02/wawancarasaya-ketua-yayasannya-saya.html">Yayasan Klenteng Semarang dan Jejak Cheng Ho di Semarang atau Ringkasan Sam Poo Kong di Semarang)
*****
Tapi, yang menjadi pertanyaan saya di penghujung postingan ini. Kenapa di negara kita, Indonesia. Negara yang mengaku pewaris absah dari kerajaan-kerajaan Islam, Budha, dan Hindu. Negara dengan batasan wilayah yang disebut sebagai Nusantara. Dan dibangun dengan sejarah kontribusi ke-etnis-an yang dahsyat. Masih saja ada pengucapan WNI Keturnan untuk orang berlatar belakang etnis Tionghoa (China). Tetapi tidak ada julukan WNI keturunan Arab, misalnya?
Taruhlah, karena alasan keturunan Arab dianggap berjasa terhadap ke-Islam-an mayoritas pribumi. Bukankah China (Cheng Ho dan armadanya) juga memiliki saham terhadap ke-Islam-an Indonesia sejak abad 14.
Atau dengan kata lain, Cheng Ho adalah orang yang ikut ambil bagian dalam proses pendirian Negara (Kerajaan) Islam Pertama di Tanah Jawa, yaitu Demak yang biasa disebut dengan Mataram Islam (1475). Bahkan sajarawan nasional Mukti Ali ,mengajukan teori sejarah ini sbg antitesis Islam Indonesia disebarkan melalui Gujarat seperti yang dilansir Snouck Hugronje. Demikian juga dengan Buya Hamka. Seperti yang tertuang dalam sebuah tulisan medio 8 Maret 1961 , di majalah Star Weekly (juga) mengatakan tentang peran besar Cheng Ho dalam penyebaran Islam di Indonesia . Nah Loh...
*****
Saya jadi bersyukur, karena rute perjalanan mudik saya beberapa tahun terakhir bisa menyinggahi berbagai situs hidup tentang sejarah Islam. Termasuk keanekaragaman menu masakan. Mulai Ketupat Kauman, Lontong Cap Go Mek Pecinan, Kebab Turki, dan tentu saja Nasi Kebuli-nya Kampung Arab. Sebuah fakta baru, bahwa Indonesia adalah sebuah negara dengan pondasi sejarah masa lalu yang besar dan dahsyat.
Namun, kini. Dibalik seluruh kekaguman. Rasanya ada sesuatu yang mengganjal di dada. Sebuah pertanyaan yang tak kalah besarnya: Kenapa kita tak mampu memanfaatkan kultur mudik, Idul Fitri atau Ied Mubarak sebagai sarana rekonsiliasi kultural. Agar kegemilangan masa depan bangsa ini segera terwujud.
Ah seandainya, Amin Rais, Gus Dur, Megawati, Prabowo, Meutia Hatta, Sutrisno Bachir, Kalla, SBY, dan Wiranto, Yusril Ihza Mahendra melihat fenomena kultural 'Idul Fitri atau Ied Mubarak ini dengan mata yang lebih jernih. Fenomena di mana per-maaf-an, rasa saling berbagi, mobilisasi dana pusat daerah, identity-maker, nilai ketakwaan dan kesalehan sosial sedang menemukan momentumnya.
13 July 2010
Putri Raemawasti vs Atlet Lisa Rumbewas, Who is More Deserve to be Called Hero of The Nation?
7 comments
Putri Indonesia Raemawasti,mengaku mewakili perempuan Indonesia. Siapa Berhak mengatasnamakan Indonesia?
Bisakah Raemawasti menyebut mewakili Indonesia dalam kontes Miss Universe di Nha Trang, Khanh Hoa, Vietnam? Jawabanyya boleh-boleh saja. Karena aturan kepesertaan di ajang tersebut memang mensyaratkan hanya pemenang kontes serupa tingkat nasional sajalah yang diperbolehkan mewakili asal negara.
Tapi bolehkah dia dan sponsor utamanya menyebut bahwa Raemawasti merupakan duta bangsa? jawabnya nanti dulu.Karena banyak menyisakan pertanyaan susulan untuk bisa menjawabnya.
Pertama, sejak awal keberadaan institusi putri indonesia sebenarnya hanya mewakili sponsor satu merek kecantikan saja. Tidak benar2 mewakili Bangsa. Sangat hiperbolis rasanya. Dengan kata lain bila seseorang mengatakan Raema simbol dari indonesia sama dengan mengatakan bahwa indonesia adalah sebuah pabrik jamu dan kosmetika.
Kedua, belum ada pemberian mandat yang signifikan kepada Raema untuk mewakili dan
mengatasnamakan perempuan Indonesia di tingkat manapun.
Ketiga, pentahbisan Rae sebagai wakil perempuan indonesia dengan parameter lebar pinggul, lingkar dada, bentuk pusar dan raut muka ditambah sedikit kecerdasan secukupnya saja. Terasa lebih tepat untuk dikatakan parameter escortisme 'dunia malam'. Sementara pantaskah segregasi sosial kelompok masyarakat ini disnggap absah mewakili para jutaan perempuan yang tiap hari berlatih olahraga untuk mewakili negaranya, puluhan juta cendekia perempuan yang berkutat dengan teorema akademis. dan ribuan artis yang bergulat dengan tarik suara dan akting atau jutaan seniman lokal yang malang melintang mengasah 'rasa seni'?
Keempat,permaluan yang belum juga terobati semenjak adegan gagap bahasa asing saat putri terdahulu Nadine dan terlihat 'oon' didepan juri.Dan tak adanya prestasi yg signifikan, kecuali keberuntungan pribadi yang bersangkutan baik publisitas maupun ekonomi pribadi.
Ke enam, Rasa ketidak adilan yang terlalu besar dari orang yg dilahirkan cantik dengan org yang dilahirkan biasa2 saja tetapi bekerja keras puluhan tahun mengejar presatasi. Artinya, pengakuan orang terhadap Rae sebagai pewakil perempuan Indonesia sama dengan pengakuan kasta sosial dalam bentuk baru: kelas cantik, kelasbiasa2 saja, dan kelas dibawah garis kecantikan.
Ketujuh, rasanya makin banyak saja argumentasi saya.
Saya hanya mencoba bersikap adil dgn anak2 muda kita yg tiap hari berjibaku dgn matematika, fisika, sains dan teknologi untuk memenangi olimpiade sains.Atau dengan atlet kita.
Bandingkan dengan nasib Lisa Rumbewas pemegang Perak Olimpiade sidney 2000, yang berlatih siang malam selama bertahun2 hanya untuk meraih perak olimpiade. tapi apresiasi kita tak nampak semeriah Raemawasti. Apa hanya karena dia berhidung pesek, berkulit hitam dan berambut kriting tanpa make up?
07 October 2009
20 July 2009
Pengumuman Peserta Lolos Seleksi Tahap Pertama SDW -DQ Tahun Ajaran 2009
92 comments
Panitia Penerimaan Siswa Baru /Walk in AdmissionA. Nama Calon Siswa Baru yang Lolos Seleksi Administratif dan berhak mengikuti seleksi berikutnya berupa Ujian Tetulis dan Wawancara Placement Test :
- Abdul Rohim Mahasiswa Unissula asal Trangkil Pati Jawa Tengah
- Anwar Rosyadi Mahasiswa Unissula asal Trangkil Pati Jawa Tengah
- Ardi Yandi asalTanjung Uma Batam, Kepulauan Riau
- Eri Nur Shofa asal Semarang Jawa Tengah
- Faiz Islahul Yusron mahasiswa Unissula asal Pati Jawa Tengah
- Fajar Muchlis asal Tanjung Uma Batam, Kepulauan Riau
- Hilda Mastuty asal SMAN 12 Lubuk Baja Batam, Kepulauan Riau
- Khusnul Khotimah asal Kendal asal Pati Jawa Tengah
- Imam Muttaqin asalDemak Jawa Tengah
- Mahmudatus Solihah mahasiswa Unissula asal Pati Jawa Tengah
- Miskiyatus Sariroh mahasiswa Unissula asal Brebes Jawa Tengah
- Moh Abdul Rusidi mahasiswa Unissula asal Pati Jawa Tengah
- M. Kholilurrohman mahasiswa Unissula asal Majalengka Jawa Barat
- M Rodli Sya'bana asal Semarang Jawa Tengah
- Muhiban mahasiswa Unissula asal Brebes Jawa Tengah
- M. Taufik mahasiswa Unissula asal Pati Jawa Tengah
- M. Tohir mahasiswa Unissula asal Temanggung Jawa Tengah
- M Siva Zaenuddin mahasiswa Unissula asal Pati Jawa Tengah
- Mujahidin mahasiswa IKIP PGRI asal Kendal Jawa Tengah
- Nailis Saadah mahasiswa Unissula asal Pati Jawa tengah
- Nur Kayadi mahasiswa Unissula asal Pati Jawa Tengah
- Siti Astutik mahasiswa Unissula asal Pati Jawa Tengah
- Sukri Saleh asal Tanjung Uma Batam, Kepulauan Riau
- Sukma Jaya Lubuk Baja Batam, Kepulauan Riau
- Syahadat Munawir asal Demak Jawa Tengah
- Tri Prasetiyo asal Tlogosari Semarang Jawa Tengah
diselenggarakan pada tanggal 19 Juli 2009 ditunda menjadi tanggal 2 Agustus 2009
disebabkan banyaknya Permintaan Pengunduran Jadwal Penerimaan Surat
Aplication for Admission dari Pendaftar karena Kelengkapan yang belum lengkap.
C. Memberitahukan bahwa penerimaan Surat Aplication for Admission susulan
dibatasi sampai dengan tangggal 28 Juli 2009 dan Pengumuman Peserta Ujian
Tetulis dan Wawancara Placement Test (Susulan) tanggal 31 Juli 2009.
Koordinator Desk
Penerimaan Siswa Baru
Pesantren Daarul Quran - Sekolah Darurat Wirausaha 2009
Tertanda
Priyo Nurwanto
Pengasuh Pesantren Daarul Quran - Sekolah Darurat Wirausaha
Tertanda
Rahmad Agus S
13 July 2009
Kunjungan dr Pesantren Negeri Kelantan & Santri Pattani Thailand ke Sekolah Darurat Wirausaha
58 comments
Foto bersama santri asal Pattani, Thailand Selatan yang sedang menimba ilmu di Madrasatul Quran al Hilmiyah Negeri Kelantan, Malaysia di teras Dormitory Santri Putri Pesantren li Tahfidz Daarul Quran - Sekolah Darurat Wirausaha Tlogosari Kulon, Pedurungan, Semarang

02 July 2009
Walk in Admission for 20 students only
42 comments
Pengumuman Penerimaan Siswa Baru Sekolah Darurat Wirausaha.Sekolah Darurat Wirausaha membuka Penerimaan Siswa Baru untuk mengikuti pendidikan Entrepreneurship dengan Block System Education yang berbasis Pesantren secara terbatas untuk 20 orang Siswa Baru. Masing-masing 10 (sepuluh) orang untuk Santri Penuh (boarding), dan 10 (sepulug) orang Santri Kalong (santri tidak tinggal secara boarding/mondok di Pesantren).Untuk informasi lebih lengkap, kunjungi Official Blog Sekolah Darurat Wirausaha [sekolahdarurat]03 April 2009
Salah Satu Kutipan Berita Harian Nasional: Belajar ICT Lesehan Ala Kenduri di Sekolah Darurat Wirausaha Pesantren Daarul Quran
148 comments
Ada yang menarik dari pelatihan information communication and technology (ICT) di Sekolah Darurat Wirausaha di Sekolah Darurat Wirausaha Pesantren Daarul Quran. Bukan saja karena banyaknya ragam pertanyaan peserta pelatihan ICT tahap awal yang bertajuk, pengenalan dunia internet,pemanfaatannya bagi social networking dan usaha kecil tersebut.Namun karena Pelatihan yang memberikan Semua dasar-dasar pemanfaanfaatan ICT meliputi;pembuatan alamat e-mail, browsing e-ensiklopedia, jejaring social dan dasar-dasar blogging. Dengan 5 orang tutor yang mendampingi belasan santri. Dan dikemas dengan sistem klasikal ala kenduri tersebut membuat semua beban materi pelatihan yang padat tersebut menjadi ringan. Dan membuat proses belajar cenderung akrab sehingga konten materi mudah diserap santri.
Tak heran bila Moch Kholilurahman, Ketua kelompok belajar Sekolah tersebut,mengunkapkan bahwa,"Pelatihan ini mengayakan pengetahuan dunia internet yang secara cerdas. Teman-teman santri bisa makin bisa memanfaatkan internet untuk tujuan yang lebih bermanfaat".Hal senada juga menjadi kegembiraan Joko Suyono,SE Koordinator Pelatihan Internet dari Sekdatel Semarang." Padahal, biasanya di beberapa kalangan, internet hanya dimanfaatkan untuk chatting yang tidak perlu, ataupun untuk tujuan membuka situs sampah. Saya berharap semangat belajar ini terus dikembangkan" ungkapnya saat ditemui disela-sela pelatihan (2/4) di Lantai Pusat Kegiatan Santri.
Mustain Arruri Al Hafidz, berharap agar kerjasama antara Costumer Social Responsibilty (CSR) PT. Telkom dengan Sekolah Darurat Wirausaha Daarul Quran ini dapat berkelanjutan. Sehingga santri juga memiliki kemampuan dan kesempatan yang sama dalam mengenal ICT.Sehingga santri juga memiliki kemampuan dan kesempatan yang sama dalam mengejar cita-citanya untuk menjadi pewirausaha.Karenanya pesantren mulai memasang jaringan internet. Agar seusai pelatihan ini, santri bisa makin mendalami seluk-beluk dunia online", ungkapnya. " Apalagi beberapa relawan dari Jejaring Sosial Grup Diskusi Sekolah Darurat Wirausaha yang berlatar belakang ICT di Semarang sudah bersedia mendampingi proses belajar santri seusai pelatihan ini", tambah Rahmad Agus,yang juga menjadi pengasuh Daarul Quran, sesusai pelatihan.
28 February 2009
Pengajaran Foreign Language dalam Kurikulum Sekolah Darurat Wirausaha
51 comments
"bonjour, comment vas-tu ..? "Itulah sapaan pembuka dari penutur French, Miss Edaa saat mulai membuka pengajaran bahasa Prancis pada Sekolah Darurat Wirausaha Daarul Quran, Jumat (26/2/09). Foreign language ini merupakan bahasa asing keempat, setelah Lughah Arabiyah (Arabic), English dan Mandarin yang diajarkan untuk peningkatan kemampuan bahasa siswa sekolah darurat dan santri.
Ini berarti, dari kelima bahasa resmi United Nation (PBB) hanya bahasa Spanyol yang tidak diajarkan.
Tentu saja pengajaran foreign language ini, tidak sekedar gagah-gagahan. Disamping ditujukan untuk memenuhi tuntutan kurikulum personality development yang menjadi salah satu matrik kurikulum sekolah darurat. Juga agar agar siswa atau santri bisa bercakap-cakap dan berkorespondensi dengan empat bahasa tersebut saat melakukan praktek kewirausahaan. Karenanya, target pengajarannyapun tidak menyerupai model pengajaran bahasa di perguruan tinggi pada umumnya.
Terima kasih kepada Miss Eeda yang telah menyepakati nota wakaf pengetahuan untuk mengajarkan bahasa prancis kepada siswa/santri Sekolah Darurat. Juga kepada Miss Neny, dan Mr Pithra. Mereka masing-masing adalah para alumni Fakultas Sastra Universitas Indonesia (Miss Eeda dan Miss Neny) dan Universitas Diponegoro ( Mr Pithra) yang akan menjadi penanggung jawab mata kuliah Foreign Language, disetiap Jumat sore yang menempati teras musholla Sekolah Darurat Wirausaha Daarul Quran.
Teras yang juga menjadi kelas pengajaran umum management, finance, entrepreneurship, marketing, business communication dan specialist program (program jurusan) seperti cullinary, grapicsdesign, ICT serta creative business.
*****
Photo Caption: " Suasana pengajaran Bahasa Asing di sekolah Darurat Wirausaha Daarul Quran"




23 February 2009
Jangan Biarkan Buku Bekas dan Pengetahuan Anda Lapuk Termakan Waktu
57 commentsBulan Wakaf Buku Bekas dan Pengetahuan
"Jangan biarkan Buku Bekas dan Pengetahuan Anda Lapuk Termakan Waktu"
Penyelenggara: Sekolah Darurat Wirausaha
Jenis: Relly Amal Buku Bekas
Jaringan: Blogger Global
Waktu : 25 Februari - 25 Maret 2009
Kepada Kawans sekalian, yang masih menyimpan atau memiliki buku untuk kategori pelajaran SD sampai SMA/SMK dan buku Umum (kategori mahasiswa dan umum). Termasuk buku manajemen praktis, keuangan, komputer, kewirausahaan/ business, Kuliner, desain grafis dan multimedia, pemasaran ataupun buku softskill yang yang sudah tidak diperlukan lagi. Sebaiknya Kawan kirimkan sebagai wakaf buku dan ilmu pengetahuan dalam rangka "Bulan Wakaf Buku Bekas dan Pengetahuan Sekolah Darurat Wirausaha"
Setiap sumbangan/ wakaf buku menjadi penting dan bermanfaat bagi referensi dan pengayaan pengetahuan dalam pengajaran tentang kewirausahaan, soft sklill, dan pengayaan ilmu siswa yang sedang belajar di Sekolah Darurat Wirausaha.
Wakaf juga dapat berupa majalah, jurnal, yang berkaitan dengan perkembangan, hiburan edukatif, maupun tool edukasi lainnya. Termasuk dalam format ebook, CD/DVD, Software , Kamus dan tool tutorial lainnya.
Buku maupun digital library yang disumbangkan/ diwakafkan bisa berbahasa Mandarin, Prancis, Inggris, Arabic, maupun bahasa Indonesia. Karena sejak bulan Pebruari ini, mulai diajarkan bahasa asing tersebut.
Semua buku, majalah, jurnal, digital library, Tools Tutorial tersebut selanjutnya dikelola layaknya perpustakaan dan taman baca yang juga dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.
Selanjutnya, untuk menghemat biaya pengiriman, bagi pengirim dari dalam negeri bisa menggunakan jasa pengiriman KA atau jasa lainnya. Sedangkan bagi pewakaf yg berdomisili di Luar negeri, dipersilahkan untuk memilih kiriman yang dianggap terjangkau. Meski proses pengiriman lambat karena berbiaya murah. Tak menjadi soal bagi kami, yang penting kiriman tersebut bisa kami terima dengan selamat dan utuh.
Semoga Tuhan membalas budi baik, dan kesalehan sosial Kawans sekalian.
Terimakasih
Pengasuh Sekolah Darurat Wirausaha
=========================
Kiriman dialamatkan kepada:
Pengasuh
Sekolah Darurat Wirausaha
Jl. Syuhada Raya No. 92 Kode Pos 50196
Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan,
Kodya Semarang, Jawa Tengah - Indonesia
============ ========= ====
Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi
admini via:email gus_sekolahdarurat@ yahoo.com
============ ========= ====
Sebagian Kegiatan Perkuliahan di Sekolah Darurat Wirausaha
Ruang dan fasilitas terbatas, jarak intelektual yang berbeda, tak mengurangi semangat untuk belajar dan berdiskusi untuk mencapai kemandirian watak menjadi pewira usaha.
Ruang kantor, ruang desain grafis dan ruang praktek komputer dan internet menjadi satu. konon hal besar bisa dicapai dengan 3 (tiga) rumus ini: dimulai dari semangat sederhana, fasilitas seadanya dan kemauan yang tak termatikan oleh keadaan.

Relawan pengumpul buku bekas dalam acara Bulan Wakaf Buku dan Pengetahuan
"Jangan biarkan Buku Bekas dan Pengetahuan Anda Lapuk Termakan Waktu". Buku dan majalah yang sudah terkumpul mulai diklasifikasikan.
(Thanks to mbak Eda , Kang Seva, dan Kang Nur)
20 February 2009
Link Banner Sekolah Darurat, Bantu Kami Menyosialisasikannya
48 comments
Akhirnya kesampaian juga membuat banner ukuran 125 x 125 untuk sekolah darurat. Bukan sekedar untuk gagah-gahan. Atau untuk kesan wuih lainnya. Tapi lebih kepada tujuan untuk pengabaran. Syukur2 bila kawan blogger bersedia memasang Banner tersebut di sidebar blog. Agar gagasan untuk membantu penguatan Sekolah Darurat ini bisa tersosialisasikan kepada banyak teman blogger lainnya. Meskipun hanya balasan ucapan terimaksih yang bisa saya sampaikan atas jasa baik tersebut.*****
Cara pemasangannya bagaimana? cukup tinggal meng-"Klik Pasang Banner" yang tersedia di sisi sidebar blog ini. Maka Banner akan terpasang di sidebar Sahabat Blogger sekalian. Atau bila sahabat ingin ikut mendiskusikan tentang " Bagaimana sebaiknya memajukan Sekolah Darurat Wirausaha". Saya persilahkan untuk mengakses Grup Sekolah darurat Wirausaha dalam facebook saya. Nuwun.
13 February 2009
Mohon Dukungan atas dimulainya usaha printing and Advertising Sekolah darurat kami
76 comments
Seorang kawan. Yang dikenal sebagai pemilik perusahaan Grafis and Advertising. Akhirnya menyepakati kerjasama pembangunan unit bisnis printing and advertising untuk Sekolah Darurat Wirausaha sejak pekan terakhir Januari lalu.
Bukan sekedar itu saja. Secara personal, dia (yang enggan dipublikasikan namanya tersebut), mewakafkan seluruh knowledge, experience, dan entrepreneurship skill-nya untuk 5 (lima) orang santri Sekolah Darurat yang memilih konsentrasi studi graphics design and printing
Kerjasama pun segera berjalan sejak awal bulan ini. Dimulai dari penyiapan ruang costumer service, name board, dan billboard seukuran 125 x 200 cm sebagai petunjuk jalan sekaligus promo keberadaan unit usaha baru tersebut di tepi jalan raya yang berjarak 1 (satu) km dari unit usaha yang menempati ruang garasi Pesantren.

Name board yang tegak berdiri di depan garasipun tak ketinggalan dibuat. Berlatar belakang warna hijau diatas plat berukuran 85 x125 cm, logo unit usaha yang disepakati bernama binauf printing and advertising ini juga tak ketinggalan dipasang.

Saat yang bersamaan, para santri yang dipandu secara langsung oleh owner +Klinik Grafis, expertise mata kuliah Creative Business bersibuk ria dengan pembangunan struktur bisnis dan flowchart system yang menyertainya.
Selanjutnya pelatihan product knowledge, pengenalan materi printing, pengiriman santri untuk mendalami desain grafis di unit desain yang dimiliki +Klinik Grafis. Termasuk simulasi produksi
dan layanan purnajual segera dilakukan. Sambil beruji coba praktek, dan terus melakukan proses pembelajaran. akhirnya. sebuah produk berupa Kaos Oblong edisi "PahlawanNasioanl yang Nyaris dilupakan teladannya" mulai saya buat desainnya.
Seri pertama adalah Panglima Soedirman. Sedangkan seri kaos Oblong yang kedua adalah Seri Bung Tomo. Dan sebentar lagi segera bisa hadir ditengah para sahabat blogger yang ingin berpartisipasi untuk membantu jejaring pemasarannya.Ayo, mari kita melombakan untuk berbuat bagi kemandirian bangsa.
Karenanya, saya persilakan para sahabat blogger yang ingin membantu mendistribusikan kaos hasil kerja sekolah darurat kami untuk menyampaikan pesan melalui email. Berbahagia se3kali jika para kawan menjadi bagian dari proses penguatan instistusi yang dibangun untuk menjadi way of exit bagi kebuntuan dan pemiskinan struktural yang selama ini terjadi. Kiranya Allah membalas budi baik dan setiap dukungan yang kawan berikan.




02 February 2009
Berat di Fisik dan Pikiran, Namun Kelar Juga Akhirnya...
88 comments
Akhirnya kelar juga. Menyelesaikan blueprint Sekolah Darurat Wirausaha yang baru diresmikan 17 Januari lalu. Tidak ringan memang. Apalagi sekolah ini bersifat Gratis. Alias tidak memungut sedikitpun biaya pendidikan yang sangat mahal ini kepada para santri dan siswa. Berat karena sekolah yang ini dirancang dengan matrikulasi teori bisnis ( seperti: troubleshooting management, keuangan, analisa usaha, cost accounting, pemasaran, perdagangan, distribusi, foreign language, dan ICT) layaknya sebuah sekolah bisnis. Plus ditunjang dengan pemagangan model business participatory. Alias magang di laboratorium wirausaha berupa unit bisnis sesungguhnya, sesuai dengan penjurusan program studi.Begini alur bekerjanya: Selayaknya unit atau instalasi gawat darurat setiap rumah sakit. Sekolah ini hanya semacam entry point bagi penanganan kedaruratan. Untuk selanjutnya siswa/santri akan di-inkubasi (dirawat secara permanen) dalam Laboratorium Wirausaha yang berupa unit bisnis sesungguhnya. Unit bisnis kecil yang dibangun bersamaan dengan pendirian sekolah.
Diharapkan, dengan penambahan dukungan laboratorium bahasa dan ICT proses pembelajaran kewirausahaan yang dilakukan selalu terbarukan. Karena teorema bisnis yang dipelajari mengalami interaksi dengan dunia informasi. Serta memiliki pengalaman yang selalu baru pula. Karena interaksi di unit bisnis nyata akan membantu mengayakan pengalaman berwirausaha santri kedepan. Terlebih dengan pembekalan bahasa China, Arab, Perancis dan Inggris yang mulai diajarkan pada bulan maret ini.
Dengan 15 orang staf pengajar. Berkomposisi 6 orang lulusan magister bisnis yang terikat dengan perjanjian sebagai pewakaf ilmu dan keahlian. Dan 9 orang praktisi bisnis dan komunikasi serta foreign language. Maka ekspektasi agar sekolah darurat wirausaha ini menjadi tempat pembelajaran yang menghasilkan pebisnis kreatif.
Saya kira tidaklah berlebihan. Syukur-syukur, saat mereka sudah dinyatakan lulus (dengan indikasi telah memiliki usaha sendiri). Sekolah wirausaha yang bersifat darurat ini bisa menjadi way of exit disaat lapangan kerja makin sulit ditemukan .
Namun, ruang belajar yang terbatas dan sementara hanya menempati ruang teras musholla karena kelas yang baru kami bangun sekitar empat bulan yang lalu belum kelar. Beban operasional yang tinggi. Serta komitmen untuk lebih mendahulukan kualitas peserta didik dibandingkan kuantitas. Maka, mohon maaf jika sekolah ini hanya membuka kelas untuk maksimal 20 orang saja tiap tahunnya. 10 orang berasal dari santri daarul Quran. 10 orang lagi berasal dari masyarakat umum.
Akhirnya, sekolah darurat wirausaha yang awalnya disemangati teman jurnalis ini bisa makin termenej dengan baik dan profesional, meskipun bersifat Gratis. Apapun dukungan moral dari kawan sekalian akan sangat menambah spirit moral pengelola.*****
30 January 2009
Foto Dokumentasi Peresmian Pesantren Tahfidz Quran dan Sekolah Darurat Kami
62 comments
Meskipun terlambat. Semoga tidak mengurangi ke-update-an acara Wisuda santri terbaik Penghafal Alquran dan Peresmian Sekolah Darurat Wirausaha yang 2 pekan lalu saya posting di sini. Setidaknya pemuatan sebagian kecil foto-foto ini akan menjadi semacam "rasa ikut hadir' kawan-kawan dalam acara sederhana tersebut.Untuk para kawan blogger yang telah memberikan sumbangan pemikiran dan gagasan guna men-support sekolah yang kami rintis. Kami akan segera mengirimkan Company Profil dan Blueprint Sekolah Darurat Wirausaha dalam format PDF. Terimakasih.

KH Hasyim Muzadi (Ketua PBNU), Sukawi Sutarip (Walikota Semarang) dan Pengasuh Pesantren Daarul Quran berbincang sambil bersila di Ruang Tamu
sederhana Sekolah Darurat Wirausaha.

KH Hasyim Muzadi (Ketua PBNU), sedang memukul Bedug Rebana tanda peresmian Sekolah Darurat Wirausaha disaksikan Tokoh Masyarakat sekitar pesantren, Pendiri, Direktur Pendidikan, Ketua Paguyuban dan Pengasuh Pesantren Daarul Quran

KH Hasyim Muzadi (Ketua PBNU), menerima tali asih berupa Kafiyeh (Surban) dari Pengasuh Pesantren Daarul Quran

Pidato Pendiri Sekolah Darurat Wirausaha, dan Pengasuh Pesantren Daarul Quran seuasi pemukulan bedug rebana oleh KH Hasyim Muzadi (Ketua PBNU)

Sebagian Desk Kerja berpose bersama Pengurus Paguyuban Pengelola Sekolah Darurat Wirausaha di depan Dormitory siswa/santri Putri
19 January 2009
Termakasih Telah Membantu Ide Penguatkan Sekolah Darurat Wirausaha Dengan Ide Cemerlang Yang Sederhana
145 comments
Akhirnya, sekolah darurat wirausaha yang saya idamkan bisa diresmikan. Pemukulan bedug rebana sebagai simbol pembukaan Sekolah Darurat Wirausaha untuk umum dilakukan oleh KH Hasyim Muzadi, Ketua PB NU.
Meski secara struktural tak memiliki hubungan dengan organisasi NU. Namun karena sekolah darurat ini mengambil basis dan pola pendidikan boarding school yang menyatu dengan pesantren. Maka kehadiran KH Hasyim Muzadi menjadi semacam simbol pengesahan gerakan kultural memandirikan masyarakat pinggiran ini.
Sebenarnya acara peresmian hanyalah keterpaksaan. Jauh dari maksud meniru pola birokratis dengan mementingkan seremonial dibanding kerja keras. Sehingga butuh seremoni untuk menarik perhatian publik. Tetapi saya melihatnya sebagai starting point untuk membangun 'tingkat percaya diri' dan pemberian pesan moral: "agar santri tak pernah lelah memupuk semangat kemandirian".
"Syukur-syukur bila dihari depan bisa menjadi orang yang menginspirasi kemandirian usaha . Bisa menciptakan lapangan usaha, disaat banyak orang menjadi pengangguran. Bisa menjadi teladan penegakan moral disaat masyarakat mulai kehilangan panutan. Bisa menjadi triger bagi masayarakat untuk membangun bangsa. Meski dengan cara sederhana. Karena kadang hal besar dimulai dari perbuatan kecil. Kadang dampak luas dihasilkan dari kumpulan act locally."
Karenanya. mari kita luangkan waktu sejenak. Untuk menuangkan ide. Meskipun sederhana.
------------------------------------------------------------------------
Untuk mendapatkan informasi tentang Sekolah Darurat Wirausaha, selanjutnya Sahabat Blogger bisa menghubungi saya di:
GTalk » ras.redaksi@gmail.com
YMessenger » rasredaksi@yahoo.com
Atau via email kepada
Admin Sekolah Darurat di:» gus_sekolahdarurat@yahoo.com
Atau meninggalkan pesan lewat form
Sumonggo
------------------------------------------------------------------------------
>


Twitter Follow my tweets!
Delicious What I've been reading.
Blogger What I'm writing.
Behance My artworks.